Monday, 10 Jumadil Akhir 1439 / 26 February 2018

Monday, 10 Jumadil Akhir 1439 / 26 February 2018

Pedagang Yogyakarta Canangkan Hari Bersih-Bersih Pasar

Kamis 18 January 2018 17:57 WIB

Rep: Eric Iskandarsjah Z/ Red: Gita Amanda

Salah satu sudut pasar tradisional (ilustrasi)

Salah satu sudut pasar tradisional (ilustrasi)

Foto: ANTARA
Reresik Pasar bertujuan menjadikan pasar tradisional lebih bersih dan nyaman.

REPUBLIKA.CO.ID, YOGYAKARTA -- Sebanyak 58 paguyuban pedagang pasar di 30 pasar di kota Yogyakarta sepakat menjadikan hari Kamis Pon sebagai hari untuk kerja bakti membersihkan pasar tempat mereka berjualan. Kesepakatan sukarela itu dituangkan dalam sebuah deklarasi yang diberi nama Gerakan Reresik Pasardan ditandatangani oleh perwakilan dari komunitas pedagang, pengayuh becak dan buruh gendong.

Walikota dan Wakil Walikota Yogyakarta, Hayadi Suyuti dan Heroe Poerwadi serta Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Yogyakarta Maryustion Tonang juga membubuhkan tanda tangan mereka dalam kesepakatan itu. Kesepakatan merupakan sebuah bentuk komitmen para pedagang pasar untuk menjadikan pasar tradisional bersih dan nyaman untuk siapa saja yang berada di dalam pasar. Haryadi Suyuti menegaskan bahwa kegiatan Reresik Pasar merupakan murni inisiatif dan ide para pedagang dan paguyuban.

 

"Kesepakatan ini tak ada yang memaksa. Ini murni gerakan kita bersama," ujarnya di Pasar Beringharjo, Yogyakarta, Kamis (18/1). Ia pun berkomitmen untuk mengerahkan semua Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait untuk membantu kegiatan Reresik Pasar ini.

 

Ketua Paguyuban Pasar Kota Yogyakarta, Budi, mengatakan pada tahap awal ini kegiatan reresik dititikberatkan pada pembersihan lantai pasar dan pembersihkan debu di langit-langit gedung pasar. Mereka belum merambah ke dinding pasar. Nanti pada Kamis Pon kedua, menurut Budi, barulah direncanakan untuk membersihkan dan mengecat dinding.

Budi mengatakan semua pasar di kota Yogyakarta mengambil bagian untuk melakukan pembersihan di hari pertama kegiatan Reresik Pasar ini. Menurutnya, kegiatan ini dilakukan agar dapat menciptakan pasar tradisional yang bersih sehingga dapat memberi kenyamanan kepada siapa saja yang datang ke pasar.

Menurut Budi, kerja bakti yang dilaksanakan di setiap Kamis Pon tidak mengganggu aktivitas jual beli di pasar. Semuanya tetap berjalan seperti biasa. Para pedagangnya tidak diliburkan seperti halnya kegiatan reresik Malioboro yang pedagangnya total diliburkan.

"Kerja bakti jalan, kegiatan jual beli jalan terus," ujarnya.

 

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA

 
 

IN PICTURES

In Picture: Banjir Citarum, Warga Gunakan Perahu

Ahad , 25 February 2018, 20:13 WIB