Monday, 10 Jumadil Akhir 1439 / 26 February 2018

Monday, 10 Jumadil Akhir 1439 / 26 February 2018

Gerakan Panen Padi di Jabar Berlanjut ke Sukabumi

Sabtu 20 January 2018 19:31 WIB

Rep: Riga Nurul Iman/ Red: Nidia Zuraya

Panen padi. Ilustrasi

Panen padi. Ilustrasi

Foto: .
Gerakan ini dimulai di Kabupaten Cianjur.

REPUBLIKA.CO.ID, SUKABUMI -- Gerakan panen padi di Jawa Barat (Jabar) terus berlanjut. Pada Sabtu (20/1) gerakan panen mulai dilakukan di wilayah Kabupaten Sukabumi tepatnya di Desa Caringin, Kecamatan Gegerbitung.

Sebelumnya, gerakan panen di Jabar dimulai di Desa Jambudipa, Kecamatan Warungkondang, Kabupaten Cianjur pada Jumat (20/1). Kegiatan panen ini dihadiri langsung Kepala Badan Karantina Pertanian selaku Ketua Penanggung Jawab Upaya Khusus Swasembada Padi, Jagung dan Kedelai (Upsus Pajale) Provinsi Jawa Barat, Banun Harpini dan Bupati Sukabumi Marwan Hamami.

"Tim Upsus melihat prestasi Sukabumi sangat luar biasa dalam melakukan giat penanaman luas tambah tanam," ujar Penanggungjawab Upsus Provinsi Jabar, Banun Harpini. Hal ini terang dia dikarenakan tim upsus diberikan target tambah luas tanam periode Oktober 2017 sampai dengan Maret 2018 di Sukabumi.

Meskipun luas sawahnya hanya 65 ribu hektare ungkap Banun, namun ditargetkan bisa mencapai 106 ribu hektare. Ia menerangkan di Provinsi Jabar wilayah Sukabumi capainnya sampai dengan Jumat malam sekitar 80 persen dan tertinggi di Jabar.

Ditambahkan Banun, Sukabumi selalu pasti bisa melampaui target produksi. Pasalnya kata dia berdasarkan laporan dari wilayah tersebut setiap tahunnya selalu produksi berasnya. Bahkan, pada Januari 2018 berdasarkan perhitungan Dinas Ketahanan Pangan Sukabumi untuk Januari bisa mencapai surplus 18 ribu ton beras.

Jumlah produksi ini lanjut Banun akan bertambah besar pada Februari 2018. Pada bulan tersebut luasan yang panen mencapai seluas 37 hektare sementara pada Januari hanya 18-19 ribu hektare.

Pada saat panen sambung Banun, tim upsus bersama dengan Bulog hadir kembali untuk menyerap gabah dari petani. "Kami ingin memastikan bahwa petani yang sudah bekerja keras selama tiga bulan bisa merasakan hasilnya," kata dia.

Diprediksi ujar Banun, puncak musim panen hingga April 2018 mendatang. Pada momen ini kata dia diharapkan tidak terdengar lagi harga gabah petani anjlok.

Banun mengungkapkan, pemerintah bersaa petani melakukan gerakan panen di Jabar  muali dari Cianjur dan Sukabumi. "Kegiatan ini merupakan serangkaian safari panen di Jabar," ujarnya.

Pekan depan kata Banun, gerakan panen akan digelar di wilayah priangan timur. Rencananya lanjut dia Menteri Pertanian pun akan meninaun anen raya di Sukabumi pada akhir Februari 2018 nanti.

Bupati Sukabumi Marwan Hamami menambahkan, Sukabumi mampu mencapai surplus dalam produksi beras. "Data lima tahun terakhir, produksi padi Sukabumi mencapai hasil tertinggi pada 2016," tutur dia.

Pada 2017 lalu kata Marwan, produksi padi mengalami sedikit penurunan dibandingkan 2016. Namun pencapaian pada 2017 melebihi produksi pada 2015.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA

 
 

IN PICTURES

In Picture: Banjir Citarum, Warga Gunakan Perahu

Ahad , 25 February 2018, 20:13 WIB