Saturday, 11 Ramadhan 1439 / 26 May 2018

Saturday, 11 Ramadhan 1439 / 26 May 2018

Polisi Tembak Anak di Bawah Umur, Ini Kronologinya

Rabu 14 February 2018 01:26 WIB

Rep: Silvy Dian Setiawan/ Red: Teguh Firmansyah

Ilustrasi Penembakan

Ilustrasi Penembakan

Foto: Pixabay
Korban melakukan menggigit tangan polisi sampai berdarah.

REPUBLIKA.CO.ID, MERANTI -- Seorang anak berusia 14 tahun berinisial SY, warga Desa Lemang, Kecamatan Rangsang Barat, Kepulauan Meranti, Provinsi Riau, ditembak oleh salah seorang oknum polisi di pada Selasa (13/2) siang tadi. Hal tersebut dibenarkan oleh Kapolres Kepulauan Meranti, AKBP La Ode Proyek.

La Ode mengatakan, kejadian berawal setelah terjadi pencurian makanan di sebuah rumah warga yang dilakukan oleh SY pada Ahad (11/2). Namun, warga berhasil mengamankan pelaku dengan membawanya ke Mako Polsek Rangsang Barat, didampingi oleh Kepala Desa dan Bhabinkamtibmas Bripka Joni Hendra.

"Setelah sampai di Polsek Rangsang Barat (polisi dan warga) menunggu pihak keluarga SY datang untuk dilakukan perdamaian karena SY di bawah umur, setelah lama menunggu ternyata pihak keluarga SY tidak datang kemudian SY diamankan di Mako Polsek Rangsang Barat," kata La Ode berdasarkan rilis yang diterima Republika, Selasa (13/2).

Pada Selasa (13/2), sekitar pukul 05.45, lanjut La Ode, Budi Setiawan yang merupakan anggota kepolisian yang bertugas, mendapati handphone miliknya yang sedang di charge di kamar Mess Polsek Rangsang Barat telah hilang, saat ia kembali setelah shalat subuh. Telepon tersebut diduga diambil oleh SY, yang juga tidak lagi berada di Polsek Rangsang Barat.

"Kemudian Briptu Budi Setiawan bersama brigadir Riki Masri dan Bripda Hasbulah Akbar berusaha mencari SY untuk dilakukan penangkapan karena diduga telah mengambil HP milik Briptu Budi," tambahnya.

Sekitar pukul 10.00 WIB, lanjut La Ode, SY ditemukan oleh Budi di Jalan Dusun Gema, Desa Sialang Pasung, dan kemudian dilakukan penangkapan. Setelah diperiksa, ternyata HP tersebut ada di dalam saku celana SY.

"Kemudian SY melakukan perlawanan terhadap Briptu Budi dengan cara menggigit tangan Briptu Budi sampai luka dan mengeluarkan darah," tambahnya.

Namun, gigitan tersebut tidak dilepas oleh SY, sehingga Akbar yang melakukan penangkapan bersama Budi, berusaha menolong dengan cara mengeluarkan senjata jenis air softgun untuk memberikan peringatan. SY tetap tidak menggubris peringatan tersebut.

"Ternyata senjata tersebut pengamanannya tidak terkunci sehingga tembakan terlepas dan mengenai bahu kanan SY kemudian gigitan di tangan Briptu Budi lepas," katanya.

Hingga saat ini, kata La Ode, SY masih ditangani oleh pihak RSUD Kabupaten Meranti. Setelah dilakukan pemeriksaan, peluru tersebut sudah turun ke rongga dada sebelah kanan, sehingga harus dilakukan operasi.

"Karena peralatan medis RSUD Kep. meranti tidak memadai sehingga harus segera dirujuk ke RSUD Arifin Ahmad PKU yang didampingi oleh Kanit Reskrim Ipda Jimmy Andre dan kedua orang tua SY, menurut keterangan dokter bahwa kondisi SY masih stabil," tambahnya.

Sementara, untuk kedua anggota kepolisian yang melakukan penangkapan dan penembakan, lanjut La Ode, tengah diperiksa di Mapolres Kepulauan Meranti.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA

 
 

IN PICTURES