Selasa , 25 October 2016, 16:00 WIB

PLN Segera Bangun Gardu Induk Bandara Kertajati

Red: Nidia Zuraya
Antara/Yudhi Mahatma
Lanskap maket proyek pembangunan Bandara Internasional Kertajati di Kabupaten Majalengka, Jawa Barat.
Lanskap maket proyek pembangunan Bandara Internasional Kertajati di Kabupaten Majalengka, Jawa Barat.

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG -- PT PLN (Persero) akan membangun gardu induk berkapasitas 30 MVH di Bandara Kertajati Kabupaten Majalengka untuk memenuhi kebutuhan listrik di kawasan itu.

"Gardu induk Bandara Kerjatajati Jawa Barat segera dibangun, kapasitasnya 30 MVH," kata General Manager PLN Ditribusi Jabar Iwan Purwana pada Saresehan Kelitrikan di Gedung Merdeka Kota Bandung, Selasa (25/10).

Ia menyebutkan gardu induk itu khusus untuk memenuhi kebutuhan bandara di kawasan timur Jawa Barat itu. Dengan demikian pasokan listrik ke bandara itu segera tersalurkan.

Namun demikian ia menyebutkan gardu induk itu tidak untuk melayani kawasan aerocity yang rencananya akan terbangun di kawasan itu. "GI itu khusus untuk Bandara Kertajati, untuk kawasan aerocity jumlahnya lebih besar dari itu, kita akan siapkan berikutnya," kata Iwan.

Menurut dia, pembangunan gardu induk itu akan terus dilakukan untuk memenuhi kebutuhan listrik di kawasan industri baru. Aerocity Kertajati ke depannya akan menjadi kawasan industri baru di kawasan Jabar timur khususnya di wilayah Cirebon.

Saat ini dengan dibangunnya Tol Cikopo-Palimanan (Cipali) telah memunculkan kawasan industri baru di kawasan Cirebon bagian timur. Menurut Iwan dengan kehadiran industri baru maka kebutuhan listrik meningkat.

"Yang pasti kita siap untuk melayani kawasan industri baru, juga pertumbuhan industri itu merupakan bagian dari peningkatan ekonomi daerah," katanya.

Iwan menyebutkan saat ini jumlah pelanggan litrik di Jawa Barat sebanyak 12,6 juta pelanggan, atau 20 persen dari total pelanggan PLN secara nasional. Dari jumlah tersebut sebanyak 90 persen adalah pelanggan rumah tangga.

"Kendati pelanggan rumah tangga mencapai 90 peren dari total pelanggan, namun dari penggunaan sebanyak 55 persen justru pasokan listrik diserap industri dan bisnis," kata Iwan.

Ia menyebutkan di Jawa Barat telah bermunculan kawasan industri baru baik manufaktur maupun garmen. "Kota berkoordinasi dengan Perhimpunan Kawasan Industri Jabar, sehingga semuanya terpenuhi dan terkoordinasi," kata Iwan.

Sementara itu Ketua Perhimpunan Kawasan Industri Jawa Barat Senny Iskandar menyatakan pertumbuhan kawasan industri baru di Jabar terus meningkat. Selain di Karawang dan Bekasi, kini sudah bergeser ke kawasan Cirebon timur sebagai dampak dibukanya jalan tol Cipali, kemudian Cianjur dan Sukabumi.

"Ke depan Subang dan Indramayu juga dipastikan menjadi kawasan industri menyusul pembangunan Pelabuhan Patimban di Kabupaten Subang," kata Senny Iskandar menambahkan.

Sumber : Antara