Selasa , 25 October 2016, 16:54 WIB

PLN Jabar Kebut Pemasangan Dua Juta Pelanggan

Red: Dwi Murdaningsih
Antara/Yulius Satria Wijayantara
Petugas PLN melakukan perawatan rutin jaringan listrik di Jalan Raya Bogor, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Jumat (22/7).
Petugas PLN melakukan perawatan rutin jaringan listrik di Jalan Raya Bogor, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Jumat (22/7).

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG -- Rasio elektrifikasi di Jawa Barat telah mencapai 95,6 persen dan PLN masih harus menyambung sekitar dua juta pelanggan baru untuk merealisasikan Jabar Caang pada 2018. General Manager PLN Distribusi Jawa Barat Iwan Purwana menatakan menjelang akhir 2016 ini PLN masih harus menyambung dua juta untuk mencapai elektrifikasi 100 persen.

"Tahun ini ditargetkan 860 ribu pelanggan baru tersambung," kata dia, Selasa (25/10).

Menurut Iwan, dari target itu realisasi hingga September 2016 telah mencapai 460 sambungan baru, dan ditargetkan akhir tahun bisa mencapai 600 ribu sambungan baru. Sehingga total pelanggan Jawa Barat adalah 12,9 juta pelanggan, dengan kapasitas daya terpasang pelanggan sebesar 21,6 juta kVA. Sementara penambahan Jaringan Tegangan Menengah mencapai 3.974 kms, penambahan trafo distribusi baru 555 unit, dan perluasan Jaringan Tegangan Rendah sepanjang 10.138 km.

Untuk listrik pedesaan, dialokasikan dana PMN sekitar Rp 90 miliar untuk membangun 102 kms JTM, 286 kms dan 108 gardu distribusi serta instalasi rumah tangga sasaran. Menurut Iwan beberapa tantangan yang dihadapi PLN antara lain kesulitan lahan untuk memasang gardu/trafo baru untuk wilayah perkotaan. Sedangkan di pedesaan adalah beratnya medan untuk mengangkut tiang dan trafo ke lokasi.

"Kami menyadari bahwa pelayanan kami masih belum sempurna. Masih ada sebagian masyarakat khususnya di Jabar bagian selatan yang belum berlistrik," katanya.

Sementara itu Direktur Bisnis Regional Jawa Bagian Tengah PLN Nasri Sebayang menyampaikan apresiasi kepada para kepala daerah yang telah memberi izin pembangunan jaringan PLN, dan para pelanggan serta kawasan industri yang selalu mendukung dan bekerjasama dengan PLN. "Jawa Barat akan menjadi lumbung energi nasional. Jadi tidak usah ragu dengan kesiapan listrik di Jawa Barat. Tidak perlu berpikir untuk membangun pembangkit sendiri. Karena kami siap memberikan listrik dengan kualitas yang terbaik," katanya.

Pada kesempatan itu PLN Distribusi Jawa Barat memberikan penghargaan kepada PT Indocement Tunggal Prakarsa sebagai pelanggan terbesar PLN dengan daya 220 MVA dan PT Gunung Raja Paksi sebagai pelanggan pasang baru terbesar dengan daya 100 MVA. Selain itu dilakukan penyerahan CSR kepada Bank Sampah Hijau Lestari Bandung senilai Rp 500 juta dan bantuan berupa 2 unit mobil siaga untuk operasional Kecamatan Patrol Kabupaten Indramayu dari PLN Unit Induk Pembangunan Jawa Bagian Tengah I.

Sumber : antara