Sabtu , 29 October 2016, 07:46 WIB

PLN Salurkan Rp 2,865 Miliar Percepat Pembangunan Flores

Red: Dwi Murdaningsih
Jaringan listrik PLN, ilustrasi
Jaringan listrik PLN, ilustrasi

REPUBLIKA.CO.ID, KUPANG -- PT PLN (Persero) menyalurkan bantuan dana tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) senilai Rp 2,865 miliar untuk membantu percepatan pembangunan bidang pendidikan dan kelistrikan di Pulau Flores, Nusa Tenggara Timur. Bantuan dana CSR disalurkan untuk pembangunan taman baca di 10 lokasi secara menyebar, renovasi ruangan kelas SD, serta elektrifikasi untuk 400 kepala keluarga di NTT.

Direktur Bisnis Regional Sulawesi dan Nusa Tenggara PT PLN Machnizon Masri mengatakan penyerahan bantuan tersebut sudah dilakukan pada Kamis (27/10) di Labuan Bajo yang disaksikan pula oleh Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno dalam kegiatan 'Sinergi BUMN Untuk Negeri'. "Ini merupakan upaya PLN sebagai bagian dari masyarakat guna mempercepat pembangunan hingga ke daerah pelosok," katanya.

Dia menambahkan dalam kesempatan tersebut Rini juga menegaskan bahwa BUMN adalah bagian dari masyarakat oleh karenanya harus berkontribusi dalam membangun negara tanpa terkecuali. Alokasi bantuan ditujukan untuk perbaikan dua ruangan kelas sekolah dasar di Pasir Panjang, Pulau Rinca, masing-masing Rp 75 juta dan Rp 150 juta.
Pengecatan 10 sekolah masing-masing Rp 25 juta dengan total bantuan Rp 250 juta. Bantuan taman baca untuk 10 sekolah secara menyebar di Pulau Flores dengan total bantuan Rp 1,39 miliar.

Sementara untuk bantuan pembuatan dermaga senilai Rp 275 juta yang dilakukan bersama dengan BUMN lainnya. Bantuan juga diberikan untuk pembangunan elektrifikasi 400 kepala keluara secara menyebar di provinsi kepulauan itu dengan total bantuan mencapai Rp 800 juta. Machnizon berharap sinergi BUMN untuk membantu pembangunan di Pulau Flores dan sekitarnya itu dapat mendorong peningkatan taraf hidup masyarakat di daerah pelosok.

"Kami berharap bantuan seperti taman baca bisa memacu para generasi muda di Labuan Bajo dan sekitarnya untuk menambah pengetahuan dengan budaya membaca. Sementara untuk bantuan lainnya diharapkan bisa mendukung kemajuhan ekonomi," kata dia.

Sumber : Antara