Senin , 31 October 2016, 22:25 WIB

Tender PLTGU Jawa 1 Diminta Perhatikan Juga Kualitas Teknis

Red: Angga Indrawan
Antara/M Agung Rajasa
Pekerja melakukan pemeriksaan rutin saat gerhana matahari di kawasan Pembangkit Listrik Tenaga Uap dan Gas (PLTGU) Tanjung Priok, Jakarta, Rabu (9/3).
Pekerja melakukan pemeriksaan rutin saat gerhana matahari di kawasan Pembangkit Listrik Tenaga Uap dan Gas (PLTGU) Tanjung Priok, Jakarta, Rabu (9/3).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pengamat kebijakan publik Agus Pambagyo mengatakan, perlu diketahui apa saja yang menjadi syarat dasar kelayakan penunjukan peringkat pertama pada pelaksanaan tender proyek PLTGU Jawa 1. Dia meminta agar Perusahaan Listrik Negara (PLN) selaku penyelenggara tender dapat menjelaskannya ke publik.

Menurut Agus, harus diakui sesuai ketentuan LKPP pada pelaksanaan sebuah tender, soal harga terendah adalah ukuran prioritas. Selama ini memang pada tender masih belum ada keterkaitan antara kelayakan harga dan kemampuan teknis (teknologi). Padahal, ucap Agus, dapat saja sisi kualitas teknis dapat menjadi prioritas kepatutan suatu tender walaupun perlu ada perubahan atau penambahan peraturannya.

"Jadi kalau harganya termurah sudah memenuhi persyaratan, untuk kualitas teknisnya itu belum tentu jadi perhatian khusus," ujar Agus, Ahad (30/10).

Dia mengingatkan agar jangan terlalu berharap bila penawaran harga yang rendah pada tender juga seimbang dengan jaminan kualitas sisi teknologinya. Agus mengemukakan alasan, hingga kini aspek keuangan atau harga adalah yang utama.

"Makanya harus dilihat dokumen persyaratannya, apa saja yang mendasari. Kalau memang hanya soal harga ditambah misalnya kesiapan tempat, ya sudah sampaikan saja. Jadi diketahui dulu apakah sisi teknologi masuk jadi standar penilaian juga atau tidak," tutur Agus.

Pada proses awal seleksi tender PLTGU Jawa 1 tentu masing-masing peserta juga sudah mempresentasikan kesanggupan mengerjakan proyek PLTGU Jawa 1. Agus mengatakan, tim evaluasi proposal kemudian menilainya sesuai kebutuhan dan kesesuaian persyaratan.

"Jadi sekali lagi harus diperjelas, apakah sisi kualitas teknologi disitu ikut sebagai penilaian atau tidak," ucap Agus.

Beberapa waktu lalu, Senior Manajer Humas PLN telah mengatakan bahwa pihaknya amat berhati-hati dalam penentuan peringkat pertama tender proyek PLTGU Jawa 1.

Dia mengatakan, tim evaluator benar-benar telah menganalisis dan memeriksa semua dokumen penawaran sebab proyek ini memiliki risiko kegagalan yang tinggi bila peserta tidak mengikuti syarat pengadaan. PLN, ujar Agung, juga meninjau pada aspek efisiensi tender.

Berita Terkait