Senin , 05 September 2016, 07:25 WIB

Plt Musi Banyuasin Bantah Ditangkap KPK

Red: M Akbar Wijaya
Antara/Nova Wahyudi
Bupati Banyuasin Yan Anton Ferdian (tengah) digiring petugas kepolisian saat keluar dari gedung Subarkah Direktorat Kriminal Khusus Polda Sumsel, Palembang, Sumatra Selatan, Minggu (4/9).
Bupati Banyuasin Yan Anton Ferdian (tengah) digiring petugas kepolisian saat keluar dari gedung Subarkah Direktorat Kriminal Khusus Polda Sumsel, Palembang, Sumatra Selatan, Minggu (4/9).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Musi Banyuasin Beni Hernedi membantah terkena operasi tangkap tangan yang dilakukan. Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Beni mengaku terjadi kesalahpahaman terhadap dirinya karena kesamaan nama daerah. "Bukan saya yang ditangkap KPK. Tapi daerah lain," kata Beni dalam keterangan pers kepada wartawan, Senin (5/9).

Beni mengatakan nama Kabupaten Banyuasin memang memiliki kemiripan dengan Kabupaten Musi Banyuasin. Dia mengaku saat ini memang sedang berada di Jakarta namun bukan karena tersangkut perkara hukum. "Saya sekarang di Jakarta. Jadi tidak (ditangkap) KPK. Yang ditangkap itu daerah lain," ujarnya.

Di Jakarta Beni mengikuti sekolah calon kepala daerah yang dihelat Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan. Sebelumnya, Beni menghadiri agenda Smart City di Bandung, Jawa Barat.

Seperti diketahui hari ini, Ahad (4/9) KPKmelakukan operasi tangkap tangan terhadap Bupati Bayuasin Yan Anton. Lantaran memiliki kesamaan nama daerah, isu minor justru mengarah pada Beni Hernedi, Plt Bupati Musi Banyuasin.