Ahad , 22 Januari 2017, 17:08 WIB

Taufiq Ismail: Fitnah dan Kriminalisasi Ulama Mengulang Memori 1960-an

Rep: Rahmat Fajar/ Red: Angga Indrawan
ROL/Sadly Rachman
Taufiq Ismail
Taufiq Ismail

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Sastrawan Taufiq Ismail angkat bicara terkait kondisi kebangsaan yang terjadi saat ini. Menurut Taufiq, situasi banyak ulama menerima fitnah dan kriminalisasi merupakan pengulangan apa yang dilakukan oleh komunis pada tahun 60-an.

“Apa yang mereka lakukan sekarang pengulangan,” ujar Taufiq dalam diskusi Aksi Bela Islam dan Ulama/Aktivis Islam Hadapi Kriminalisasi, di Masjid Baiturrahman, Jalan Dr Saharjo, Menteng Atas, Jakarta, Ahad (22/1).

Taufiq menilai, ada kesamaan kondisi saat ini dengan usaha komunis ingin merebut kekuasaan. Seperti banyak pemimpin Islam yang difitnah dan berusaha memasukkan mereka ke dalam penjara.

Pada masa 60-an, kata dia, mereka berhasil memenjarakan pemimpin dan aktivis Islam seperti Buya Hamka dan Isa Anshary. Untuk itu, Taufiq menegaskan, banyak cara yang dilakukan oleh komunis agar bisa merebut kekuasaan. “Sama dengan sekarang, berbagai macam alasan dicari,” katanya.

Menurut Taufiq, komunis selalu gagal merebut kekuasaan pada tahun 60-an. Namun, kata Taufiq, mereka tetap berusaha agar usahanya mencapai keberhasilan. 

Seperti diketahui belakangan ini banyak fitnah ditujukan kepada ulama atau pemimpin umat dan aktivis Islam. Bahkan, kata dia, ada yang yang sampai menjurus ke kriminalisasi.