Jumat , 27 January 2017, 14:05 WIB

Masyarakat di Sekitar DAS Citarum Belum Nikmati Aliran Listrik

Rep: Zuli Istiqomah/ Red: Angga Indrawan
Republika/Edi Yusuf
Wakil Gubernur Jabar Deddy Mizwar
Wakil Gubernur Jabar Deddy Mizwar

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG -- Masyarakat Jawa Barat yang tinggal di daerah aliran sungai (DAS) Citarum nyatanya banyak yang belum menikmati aliran listrik. Padahal Sungai Citarum banyak digunakan sebagai pembangkit listrik tenaga air (PLTA).

Hal ini disampaikan Wakil Gubernur Jawa Barat Deddy Mizwar setelah sebelumnya sempat membahas hal tersebut dengan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) di Jakarta. "Tanggung jawab elektrifikasi di sekitar PLTA. Karena kan di sekitar PLTA ada desa-desa yang tidak teraliri listrik. Ini akan dibahas khusus tentang itu," kata Deddy, Jumat (27/1).

Dalam pertemuan Kamis (26/1) kemarin Wagub meminta Pemerintah, maupun Kementerian terkait, untuk juga memperhatikan masyarakat di sekitar Sungai Citarum yang belum menikmati aliran listrik di rumahnya. Ini karena mereka tinggal di sungai yang sebenarnya dimanfaatkan untuk aliran listrik.

Khusus Jawa Barat, kata Deddy, Sungai Citarum sedang sakit, jadi ia meminta kesediaan perusahaan ikut ambil andil dalam pemeliharaan. Apalagi mereka menggunakannya untuk kebutuhan pasokan pembangkit listrik. Ia meminta bukan hanya lewat dana CSR saja. Tapi juga harus masuk dalam operasional. 

"Pak Menteri (ESDM) minta surat khusus untuk itu, karena bagaimana pun PLTA ini sangat diperlukan," ungkapnya. Dengan demikian, ujarnya, manfaat yang diperoleh dari Sungai Citarum akan lebih meluas. Perusahaan juga bisa meningkatkan keuntungan karena sungai yang terjaga kualitasnya.