Rabu , 05 April 2017, 13:52 WIB

Tudingan Makar, Indra Piliang: Kalau di Daerah, Makar Apaan?

Rep: Singgih Wiryono/ Red: Bilal Ramadhan
Agung Fatma Putra/Republika
Indra J Piliang
Indra J Piliang

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pengamat politik, Indra J Piliang mengatakan, ada kelucuan yang terjadi pada tudingan makar aparat kepolisian terhadap aksi 313. Indra menjelaskan, selama ini polisi sudah mendapat apreisasi masyarakat tentang penindakan gerakan radikal dan terorisme di NKRI. Namun, semua prestasi Polri tersebut menjadi aneh ketika aksi 313 dituding sebagai aksi makar.

Tudingan makar, kata Indra, hanya akan membuka pemikiran masyarakat bahwa parat kepolisian sendiri mementahkan apa yang menjadi pencapaian Polri dalam memerangi gerakan radikal dan terorisme.

"Katakanlah mereka berbuat melumpuhkan calon teroris pada saat paling lemah, kok sekarang ada makar? Berarti apa yang dianggap sebuah keberhasilan memerangi teroris adalah tidak benar, jadi lucu saja menurut saya," ujarnya saat dihubungi Republika.co.id, Rabu (5/4).

Indra juga mengatakan, jika definisi makar merupakan pendudukan instansi strategis negara, lalu informasi kepolisian terkait aksi makar yang akan dilakukan di lima daerah tersebut menurutnya tidak sesuai dengan definisi makar. "Kalau mau menggulingkan, ya ada di Istana negara. Kalau di daerah, makar apaan? Secara definisi itu sudah enggak pas," katanya.

Lebih lanjut, Indra menjelskan, pola-pola makar seperti pembunuhan politik pernah terjadi di era pemerintahan presiden keenam, Susilo Bambang Yudhoyono. Saat itu SBY dikabarkan menjadi sasaran tembak kelompok terorisme di Kalimantan.

"Ini kan menurut saya adalah cara-cara yang sangat mudah dilihat ke belakang, bagi orang yang paham dengan cara kerja intelejen, ini dikatakan main-main, dan menurut saya, enggak sampai sejauh itu (aksi 313)," jelasnya.