Jumat, 7 Jumadil Akhir 1439 / 23 Februari 2018

Jumat, 7 Jumadil Akhir 1439 / 23 Februari 2018

Pengamat: Ada Upaya DPR Mengamputasi KPK

Jumat 21 April 2017 22:24 WIB

Rep: Gumanti Awaliyah/ Red: Teguh Firmansyah

Gedung KPK

Gedung KPK

Foto: Republika/ Wihdan

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pengamat Politik, Pangi Syarwi Chaniago mengatakan, adanya rencana menggulirkan hak angket oleh DPR ke KPK semakin membuat prahara. Karena jika rencana tersebut dilaksanakan, akan dinilai sebagai upaya untuk ‘mengamputasi’ dan menjinakkan KPK.

“Hak angket itu memang hak DPR, tapi hak angket tersebut cuma terkesan hanya untuk mengamankan anggota DPR yang tersangkut kasus KTP-el,” kata Pangi saat dihubungi Republika.co.id, Jumat (21/4).

Pangi mengatakan, hak angket juga disebut sebagai akal-akalan DPR untuk melemahkan KPK. Hal tersebut jelas-jelas merupakan bentuk intervensi pada KPK.

Ia berharap, jangan sampai muncul anggapan dari masyarakat, rencana digulirkannya hak angket sebagai upaya melindungi anggota DPR yang terseret kasus mega korupsi KTP-el.

“DPR makin hari makin gamang dan gagap menghadapi KPK, bertambah rusak citra DPR di mata publik. Ambisi ingin merevisi UU KPK, dan mengurangi anggaran KPK juga bukti lain bahwa DPR ingin jatuhkan KPK,” tegas Pangi.

Sebelumnya DPR berencana mengajukan hak angket setelah KPK menolak untuk membuka rekaman Miryam S Haryani yang menjadi saksi penting kasus KTP-el.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA

 
 

IN PICTURES