Kamis , 18 Mei 2017, 21:06 WIB

Kasus Penyerangan Novel Baswedan, Polisi Periksa Pria Bernama Nico

Rep: Mabruroh/ Red: Bayu Hermawan
Republika/Intan Pratiwi
Kadiv Humas Polri Irjen Setyo Wasisto (kiri) dan Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol  Raden Argo Prabowo Yuwono memberikan keterangan terkait penangkapan terduga pelaku penyiraman air keras terhadap penyidik KPK, Novel Baswedan di Main Hall Polda Metro Jaya, Rabu (10/5) malam.
Kadiv Humas Polri Irjen Setyo Wasisto (kiri) dan Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Raden Argo Prabowo Yuwono memberikan keterangan terkait penangkapan terduga pelaku penyiraman air keras terhadap penyidik KPK, Novel Baswedan di Main Hall Polda Metro Jaya, Rabu (10/5) malam.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Polda Metro Jaya hingga saat ini masih melakukan penyelidikan kasus penyiraman Novel Baswedan. Bila sebelumnya penyidik sempat mencurigai AL, kini muncul satu nama lagi yang masuk dalam daftar pemeriksaan yakni Niko

"Ada seseorang yang berinisial N, sedang diperiksa dan ada indikasi ke sana," ujar Kadiv Humas Polri Irjen Setyo Wasisto di Mabes Polri Jakarta Selatan, Kamis (18/5).

Namun seperti pemeriksaan-pemeriksaan sebelumnya, Setyo masih belum bisa memastikan apakah kuat dugaan keterlibatan Nico dalam aksi teror pada (11/4) lalu. Menurutnya hingga saat ini Polri masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap kasus penyiraman air keras pada penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) itu.

"Polisi tetap kerja keras untuk ungkap kasus ini. Penyidikan butuh waktu, ada faktor keberuntungan dan kita terus bekerja," jelasnya.

Hingga saat ini kata Setyo, satu bulan lebih pasca tragedi penyiraman air keras di daerah pesanggrahan dua, Kelapa Gading, Jakarta Utara penyidik telah melakukan pemeriksaan sebanyak lima orang yang dicurigai.

Hanya saja setelah dilakukan pemeriksaan kata dia, kelima orang tersebut memilik alibi untuk menjawab bahwa mereka memang tidak berada di sekitar lokasi kejadian "Ada lima orang (yang diperiksa), walau ternyata alibinya tidak ada kaitannya dengan kasus yang terjadi," kata Setyo.

Saat ditanyakan apakah kendala yang membuat penyelidikan ini sulit, menurutnya setiap kasus memiliki tingkat kesulitan yang berbeda-beda. Sehingga pada kasus penyiraman air keras ini kata dia, penyidik memulainya dengan melakukan teknik Induktif mengumpulkan barang bukti.

"Kita mulai dari teknik induktif mengumpulkan barbuk, saksi dari TKP, kemudian juga berangkat dari deduktif motifnya apa, orang sekitar Novel, kita cari dan kita harapkan ketemu di satu titik," jelasnya.

Seperti diketahui, penyidik senior KPK Novel Baswedan diserang orang tidak dikenal pascasolat subuh di masjid di dekat rumahnya. Novel kini harus menjalani perawatan kesehatan agar wajah dan matanya yang terkena air keras dapat kembali seperti semula.