Jumat , 19 Mei 2017, 13:49 WIB

Polisi Lepas Miko karena tak Punya Alibi Siram Novel

Rep: Umar Mukhtar/ Red: Andi Nur Aminah
REPUBLIKA/Agung Supriyanto
Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karopenmas) Polri Brigadir Jenderal Polisi Rikwanto.
Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karopenmas) Polri Brigadir Jenderal Polisi Rikwanto.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karopenmas) Divisi Humas Polri Brigjen Rikwanto mengatakan alibi Niko Panji Tirtayasa alias Miko terkait kasus penyiraman air keras kepada penyidik Novel Baswedan, lemah. Dengan demikian, Miko dilepaskan pihak kepolisian ke keluarganya di Tasikmalaya, Jawa Barat, pada Jumat (19/5) pagi tadi.

"Setelah dicek semuanya, dikaitkan dengan tanggal kejadian penyiraman Novel, pada akhirnya disimpulkan alibi kuatnya Miko ini tidak terkait dengan kasus tersebut. Jadi, alibinya cukup kuat dan cocok bahwa dia tidak terkait penyiraman itu, sehingga tadi pagi Miko dipulangkan di Tasik, Jawa Barat," tutur dia Humas Mabes Polri, Jakarta, Jumat (19/5).

Dalam pemeriksaan Miko tersebut, polisi mendalami di mana Miko saat itu dan siapa saja yang sedang bersamanya ketika penyiraman terjadi. "Kita teliti siapa bersama dia, siapa yang bisa dikonfirmasi, dan setelah konfirmasi itu, alibinya tepat menyimpulkan bahwa dia tidak terlibat," ucap dia.

Meski begitu, penyidik dari kepolisian tetap melakukan penyidikan terkait pelaku penyiraman kepada Novel itu, baik itu secara induktif dan deduktif. "Penyidik tetap melakukan tindak penyidikan terkait pelaku Novel tersebut dari TKP secara induktif dan deduktif. Dari bukti kita terus bekerja dan mencari," kata dia. 

Rikwanto juga mengungkapkan Miko sebelumnya ditemukan di daerah Bandung dari hasil penyelidikan. Kemudian diamankan oleh pihak kepolisian untuk keperluan pemeriksaan. "Miko dicari kepolisian dalam kaitan viral video dia di medsos. Dia menyatakan kecewa dan tidak suka dengan kesaksian dia pada waktu diperiksa penyidik KPK," ujar dia.

Rikwanto menambagkan, Miko juga  menganggap keterangan dia kemarin itu tidak benar, bohong atau palsu, sehingga saudaranya masuk bui yaitu Muchtar Effendi.

Rikwanto menyatakan setelah Miko ditemukan di Bandung, kepolisian membawanya ke Jakarta untuk diinterogasi. Kesimpulan terakhir yang polisi peroleh, bahwa Miko tidak mempunyai niat menyiram Novel dengan air keras seperti yang terjadi pada 11 April lalu.