Rabu , 07 June 2017, 00:06 WIB

Polri: 14 Tersangka Kasus Tewasnya Taruna Akpol Diproses

Rep: Mabruroh/ Red: Andri Saubani
REPUBLIKA/Agung Supriyanto
Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karopenmas) Polri Brigadir Jenderal Polisi Rikwanto.
Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karopenmas) Polri Brigadir Jenderal Polisi Rikwanto.

REPUBLIKA.CO.ID, Polda Jawa Tengah telah menetapkan 14 orang sebagai tersangka kasus tewasnya Brigadir Dua Taruna Mohammad Adam di kompleks Akademi Kepolisian (Akpol). Diketahui dari 14 orang tersangka itu salah satunya adalah anak dari Komandan Korps Brimob Polri Irjen Murad Ismail.

Karopenmas Divisi Humas Polri Brigjen Polisi Rikwanto mengatakan, 14 tersangka tersebut telah ditahan dan saat ini tengah dalam proses pemberkasan. Namun, berkaitan dengan salah satu tersangka yang merupakan anak anggota tersebut, Rikwanto menuturkan bahwa siapapun bernilai sama di hadapan hukum.

"Saya enggak bicara siapa-siapa, di mata hukum semua sama saja," jelasnya di Humas Mabes Polri, Jakarta Selatan, Selasa (6/6). Saat ini terangnya, polisi sudah mengetahui peran dari masing-masing tersangka.

Siapa saja yang melakukan tindak pidana pemukulan, yang mengawasi, yang memberi arahan, maupun yang tidak berkaitan. "14 sudah diperiksa. Penyidik sudah menentukan. Penyidik menentukan siapa kaitan dengan unsur pidana, mana yang tidak, mana yang terpenuhi pidananya," jelas dia.

Kasus tersebut tambahnya, terkait tindak pidana diserahkan kepada penyidik Polda Jawa Tengah. Sedangkan, bagian pengasuh Akpol diserahkan kepada Divisi Propam Polri.

Bahkan pascakejadian tersebut, Kapolri Jenderal Tito Karnavian telah mengganti gubernur Akpol yang sebelumnya dipimpin oleh Irjen polisi Anas Yusuf. Tito mengaku kecewa lantaran masih saja ada budaya pemukulan yang dilakukan senior kepada juniornya padahal dia dengan tegas sudah mengingatkan untuk menghapus budaya tersebut dari Akpol.

"Pak Gubernur Akpol diganti oleh Kapolda Sumut (Irjen Polisi Rycko Amelza). Kapolda Sumut diminta membenahi sistem pengasuhan supaya tidak terulang kembali masalah seperti itu," jelas Rikwanto