Kamis, 6 Jumadil Akhir 1439 / 22 Februari 2018

Kamis, 6 Jumadil Akhir 1439 / 22 Februari 2018

Komnas HAM: Kasus Rizieq Bukan Kriminalisasi Ulama

Ahad 18 Juni 2017 19:56 WIB

Red: Agus Yulianto

 Komisioner Komnas HAM Muhammad Nurkhoiron (tengah)

Komisioner Komnas HAM Muhammad Nurkhoiron (tengah)

Foto: Republika/Rakhmawaty La'lang

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA  -- Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) menyatakan, kasus dugaan kriminalisasi terhadap pimpinan Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Shihab, bukan kriminalisasi terhadap ulama. Komisioner SubKomisi Pendidikan dan Penyuluhan Komnas HAM Muhammad Nurkhoiron mengatakan, kasus Rizieq Shihab masih ditangani oleh tim yang dipimpin oleh komisioner Komnas HAM lainnya yakni Natalius Pigai. 

"Kami masih menunggu kesimpulan akhir dari penyelidikan tersebut," kata Muhammad Nurkhoiron dalam siaran persnya, Ahad (18/6).

Dia menuturkan, kemungkinan hasil penyelidikan itu akan disampaikan pada Juli 2017.  "Istilah kriminalisasi itu tak boleh mewakili golongan tertentu. Kriminalisasi Rizieq itu bukan kriminalisasi ulama, karena banyak ulama yang berseberangan pandangan dengan Rizieq," katanya.

Komnas HAM saat ini tengah melakukan penyelidikan terhadap kasus dugaan kriminalisasi terhadap aktivis Islam seperti Rizieq Shihab dan Al Khaththath. Presidium Alumni 212 telah meminta Komnas HAM untuk menyampaikan hasil rekomendasi atas penyelidikan mereka terhadap kasus Rizieq.

Namun, lembaga itu masih belum merampungkan penyelidikannya. Rizieq saat ini masih berada di Arab Saudi dan belum mau memenuhi panggilan kepolisian terkait dengan kasus dugaan pornografi yang menjeratnya. Polda Metro Jaya menetapkan Rizieq sebagai tersangka kasus percakapan Whatsapp berkonten porno dengan Ketua Yayasan Solidaritas Sahabat Cendana, Firza Husein.

Kepolisian sudah mengajukan Red Notice kepada NCB Interpol Indonesia untuk menangkap Rizieq namun ditolak.

Sumber : Antara
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA

 
 

IN PICTURES