Jumat , 07 Juli 2017, 13:45 WIB

Tito Berharap Eks Kapolda Sumut Benahi Akpol

Rep: MABRUROH/ Red: Ratna Puspita
Republika/Mahmud Muhyidin
Kapolri Jenderal Tito Karnavian.
Kapolri Jenderal Tito Karnavian.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kepala Kepolisian RI Jenderal Tito Karnavian memimpin upacara serah terima jabatan (sertijab) kapolda Sumatra Utara. Kapolda Sumatera Utara yang sebelumnya dijabat oleh Irjen Rycko Amelza Dahniel kini digantikan oleh Irjen Paulus Waterpau.

Pergantian ini lantaran Tito ingin adanya perombakan di struktur petinggi pengurus Akademi Kepolisian (Akpol). Tito mempercayakan Rycko sebagai gubernur Akpol.

"Saya minta (Rycko) ke Akpol karena adanya insiden di Akpol sehingga saya harapkan Pak Rycko dengan segala kelebihan dan kecerdasan, komitmennya untuk perubahan di tubuh Akpol," ujar Tito dalam memberikan sambutan dalam acara sertijab di Rupatama Polri, Jakarta Selatan, Jumat (7/7).

Menurut Tito saat ini zaman telah berubah sehingga dia tidak ingin Akpol menjadi penggemblengan calon anggota yang menyeramkan. Dia juga tidak ingin terjadi lagi insiden junior tewas karena dianiaya seniornya seperti pada insiden tewasnya Brigdatar Adam.

"Saya sangat ingin melakukan perubahan yang sangat drastis, kami juga sepakat memulai pergantian pejabat di Akpol, dan berharap Pak Rycko betul-betul membuat tradisi yang baik di lingkungan taruna, yang kondusif," ujar Tito.

Mantan Kapolda Papua ini juga tidak ingin kultur-kultur maupun tradisi buruk di tubuh Akpol terus bersemayam. Dia menginginkan kultur jelek tersebut segera dapat dihapuskan dan mulai membangun tradisi yang baik menyusul mulai masuknya calon Taruna Akpol 2017 yang baru.

Selain ingin menghapuskan kultur kekerasan, Tito juga ingin menciptakan kultur baru, yakni menciptakan anggota yang tidak koruptif. Karena itu, dia mengharapkan tahun ini dapat mengirimkan taruna Akpol untuk melanjutkan S2 di negara-negara yang rendah tindak pidana korupsinya seperti Singapura, Amerika dan Inggris.

"Saya berharap tahun depan paling tidak 100 orang berangkat ke Amerika, Inggris, Singapura, dan kembali mereka ke sini mereka menjadi agen perubahan," ujar Tito. Mabruroh