Senin , 17 Juli 2017, 15:15 WIB

Tolak Simpatisan ISIS, Menhan: Berjuang Saja Sampai Mati

Rep: Debbie Sutrisno/ Red: Nur Aini
AP/Joseph Nair
Menteri Pertahanan RI Ryamizard Ryacudu
Menteri Pertahanan RI Ryamizard Ryacudu

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu meminta Warga Negara Indonesia (WNI) simpatisan ISIS yang tertangkap di Turki untuk tidak kembali ke Indonesia. Dia justru mempersilakan WNI tersebut berjuang sampai mati.

"Sudah tidak usah kembali. Mereka berjuang di sana. Berjuang, berjuang sampai mati, kan begitu," kata Ryamizard ditemui di Istana Negara, Senin (17/7).

Otoritas Turki menangkap 435 Warga Negara Indonesia (WNI) yang tergabung dalam Kelompok Negara Islam (ISIS). Jumlah itu menempatkan Indonesia sebagai negara terbanyak kedua untuk jumlah anggota ISIS yang ditangkap di Turki setelah Rusia dengan jumlah 804 orang. Posisi ketiga ditempati Tajikistan diikuti Irak dan Prancis dengan total sebanyak 4.957 militan asing ditahan di Turki.

Kelompok ISIS telah tertekan dan mulai mengalami kemunduran dalam peperangan di Irak. Para militan ISIS mulai menyebar ke berbagai negara, dan disinyalir akan menanamkan paham radikal mereka di kawasan Asia Tenggara termasuk Indonesia, Malaysia, dan Singapura.

Ryamizard mengatakan, Kementerian Pertahanan telah melakukan koordinasi dengan Malaysia dan Singapura terkait ini. Namun pemerintah Indonesia belum akan siaga satu terkait penyebaran paham radikalisme tersebut. Walaupun saat ini banyak teror di Indonesia yang mengatasnamakan ISIS.