Ahad , 20 Agustus 2017, 10:30 WIB
Terjerat Kasus KTP-el

Setnov Diminta Tiru Sikap Andi Mallarangeng

Rep: Umar Mukhtar/ Red: Agus Yulianto
Antara
Ketua DPR Setya Novanto (Setnov).
Ketua DPR Setya Novanto (Setnov).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pengamat Politik Universitas Al-Azhar Indonesia Ujang Komarudin menyatakan, Ketua DPR RI sekaligus Ketua Umum Partai Golkar Setya Novanto seharusnya mencontoh sikap Andi Mallarangeng saat ditetapkan tersangka oleh Komisi Pemberantasan Korupsi 2012 lalu.

Saat masih menjabat menteri pemuda dan olah raga pada 2012 lalu, Andi mengundurkan diri dari posisi menteri tersebut setelah menjadi tersangka KPK. Tak hanya itu, Andi juga mundur dari kepengurusan partai yang telah membesarkan namanya, Partai Demokrat.

"Harusnya Golkar mencontoh Andi Mallarangeng. Saat ditetapkan tersangka oleh KPK, Andi Mallarangeng langsung mengundurkan diri dari jabatan sebagai menteri dan dari partai Demokrat," kata dia kepada Republika.co.id, Ahad (20/8).

Menurut Direktur Eksekutif Indonesia Political Review ini, peta politik di internal Partai Golkar akan berubah jika Novanto ditahan lembaga antirasuah itu. Sebab, jika dia ditahan dan Partai Golkar tetap mempertahankan Novanto sebagai ketum, maka citra partai berlambang pohon beringin itu pun bakal hancur.

Ujang juga menilai, tentu cukup sulit untuk menurunkan Novanto dari posisinya di Golkar maupun DPR saat ini. "Setya Novanto itu orang kuat. Walaupun menyandang status tersangka, dia masih tetap ketua umum Golkar. Namun, peta politik di Golkar akan berubah jika Setnov ditahan KPK," kata dia.