Senin , 21 Agustus 2017, 15:02 WIB

Pascaoperasi, Mata Kiri Novel Mampu Deteksi Cahaya

Red: Andri Saubani
Antara/Monalisa
Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan saat ditemui di Singapura, Selasa (15/8).
Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan saat ditemui di Singapura, Selasa (15/8).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menginformasikan bahwa mata kiri penyidik KPK Novel Baswedan telah mampu mendeteksi arah datang cahaya dan mampu mengidentifikasi warna cahaya merah dan hijau pascaoperasi pada Kamis (17/8) lalu di Singapura.

"Tadi pagi dilakukan pengecekan kedua mata Novel oleh pihak dokter. Jaringan otot pada mata kiri setelah operasi terlihat mulai tumbuh. Mata kiri telah mampu mendeteksi arah datang cahaya dan mampu mengidentifikasi warna cahaya merah dan hijau," kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah di Jakarta, Senin (21/8).

Sementara itu, kata Febri, berdasarkan pemeriksaan pemindaian terhadap retina pada Senin  siang diketahui kondisi pascaoperasi mata kiri baik, cutting, dan sambungan operasi tidak ada tanda-tanda yang tidak sesuai. "Dilakukan juga pemotretan kedua mata, hasil potret akan dianalisis kemudian. Untuk mata kanan, dari uji melihat huruf dan angka, dengan mata saja terbaca hingga baris ke-15 dan dengan pinhole hingga baris ke-12," kata Febri.

Sebelumnya, Novel menjalani operasi di salah satu RS di Singapura pada Kamis (17/8) lalu. Operasi itu melepas gigi taring sebelah kanan Novel dan memotong sebagian gusinya sebagai tempat untuk menumbuhkan bagian mata artifisial.

Novel Baswedan disiram air keras oleh dua orang pengendara motor di dekat rumahnya pada 11 April 2017 seusai shalat subuh di Masjid Al-Ihsan dekat rumahnya. Mata Novel pun mengalami kerusakan sehingga ia harus menjalani perawatan di Singapura sejak 12 April 2017.






Sumber : Antara