Kamis , 24 Agustus 2017, 17:33 WIB

Cerita Korban First Travel Kuras Tabungan untuk Umrah

Rep: Mabruroh/ Red: Nur Aini
ANTARA FOTO/Reno Esnir
Polisi mengawal tersangka kasus penipuan PT First Travel Andika Surachman (tengah) saat gelar perkara kasus penipuan PT First Travel di Bareskrim Polri, Jakarta, Selasa (22/8).
Polisi mengawal tersangka kasus penipuan PT First Travel Andika Surachman (tengah) saat gelar perkara kasus penipuan PT First Travel di Bareskrim Polri, Jakarta, Selasa (22/8).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Neneng Tuti, perempuan usia 59 tahun ini telanjur menggadaikan emas dan menguras tabungannya demi bisa berangkat umrah. Neneng termasuk yang tertipu oleh janji manis First Travel yang akan memberangkatkannya.

"Ibu dan bapak kan niatnya umrah, bukan mau main-main ya Pak, ibu sakit digituin," ujar Neneng didampingi suaminya di Bareskrim Polri, Gambir, Jakarta Pusat, Kamis (24/8).

Dari awal, kata dia, sebenarnya sudah sempat curiga. Dia sudah melunasi biaya pendaftaran umrah dengan paket promo Rp 14,3 juta, tetapi tidak kunjung mendapatkan jadwal keberangkatan. Setiap kali menanyakan kepada petugas First Travel di Jalan TB Simatupang, Jakarta Selatan, selalu saja diberikan harapan palsu.

"Ibu daftar ke agen siapa, Ibu Indah. Oh ya sudah nanti ditanya dulu jadi besok Senin ke sini lagi. Senin saya ke sana, eh diminta datang lagi hari Kamis saja. Saya balik lagi (Kamis), tetap saja (tidak ada kejelasan)," ujarnya menceritakan.

Kemudian wanita asal Cirebon ini mendapat sebuah tawaran untuk menambah biaya pendaftaran sebesar Rp 5 juta. Namun, Neneng mengaku saat itu enggan untuk mengeluarkan uang kembali pada First Travel.

Padahal, suaminya meminta agar Neneng ikuti saja permintaan First Travel supaya cepat diberangkatkan. Hal ini lantaran tetangga yang sudah mulai banyak bertanya soal tanggal keberangkatan umrahnya.

Neneng mengaku sudah telanjur sakit hati dengan First Travel. Sehingga, dia ingin agar uangnya dikembalikan saja dan dia dapat mengikuti biro jasa umrah lainnya. "Sakit hati saya itu. Uang sih bisa dicari, tapi sakit hatinya itu," ungkapnya.

Neneng yang tinggal di Kreo, Ciledug, Tangerang, ini menilai penipuan yang dilakukan pemilik First Travel, Andika dan Anniesa telah membuat malu agama Islam di mata agama lain. "Kalau dia anak ibu, udah ibu unyeng-unyeng itu. Jelek-jelekin agama Islam. Ini uang buat umrah loh, apa kata agama lain, orang buat umrah kok dipakai uangnya. Bikin malu," kata Neneng.

Dia saat ini mengaku tidak lagi mempermasalahkan emas yang telah digadaikannya. Namun dia meminta agar penipu puluhan ribuan jamaah ini jangan sampai bebas dari jeratan hukum. "Terserah deh mau diapain. Saya ingin dia dihukum, dipenjara," ujarnya.

Sebelumnya, bos First Travel, Andika Surachman dan Anniesa Hasibuan ditangkap polisi karena diduga menipu puluhan ribu jamaah umrah. Hingga saat ini sedikitnya 35 ribu jamaah umrah gagal diberangkatkan dengan nilai kerugian hampir Rp 500 miliar.