Rabu , 13 September 2017, 19:02 WIB

SBY: Apa Pun Alasannya Demokrat Tolak Pelemahan KPK

Rep: Dian Fath Risalah/ Red: Bayu Hermawan
EPA/ Bagus Indahono
Susilo Bambang Yudhoyono (SBY)
Susilo Bambang Yudhoyono (SBY)

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Ketua Umum (Ketum) Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menegaskan, partainya akan terus mendukung penuh KPK dan menolak segala bentuk pelemahan terhadap lembaga antirasuah tersebut. Meskipun, beberapa kader Partai Demokrat juga ada yang terlibat korupsi.

"Yang perlu pimpinan KPK ketahui, Demokrat mendukung penuh KPK. Demorkat menolak pelemahan KPK," kata SBYdalam sambutannya di diskusi yang dilakukan antara tim pencegahan KPK dan Partai Demokrat di Kantor DPP Partai Demokrat, Jalan Proklamasi, Jakarta Pusat, Rabu (13/9) sore.

SBY menuturkan, dirinya bukanlah anak kemarin sore dalam dunia perpolitikan sertakehidupan berbangsa dan bernegara serta pemerintahan. Sehingga,dengan alasan dan dalih apapun, pelemahan terhadap KPK harus ditolak.

"Apapun alasannya, dalihnya, kalau itu untuk melemahkan KPK, rakyat tahu, kita tahu, dan demokrat sekali lagi menolak pelemahan KPK," tegasnya lagi.

Terlebih, sambung Presiden RI ke-6 tersebut, sempat muncul ide untuk membekukan KPK. "Kalau itu untuk melemahkan, rakyat tahu kita tahu. Demokrat menolak pelemahan KPK. Apalagi kalau ada yang ingin membekukan dan membubarkan KPK," ujarnya.

Meskipun, lanjut SBY, sebagian dari kader Partai Demokrat juga terlibat korupsi. Namun, menurutnya Partai Demokrat akan tetap konsisten melawan pelemahan KPK.

"Partai Demorkat kadernya sebagain juga terlibat korupsi tapi kami tetap konsisten, ada atau tidak kadernya yang kena kami konsisten tidak akan berubah dalam mendukung KPK," tuturnya.

"Jangan sampai kalau kadernya kena lantas melakukan tindakan sebaliknya. Harapan kami ini terbuka semua lembaga negara dan pemerintah di negeri ini harapan saya kepada Presiden Jokowi dan para pemimpin lembaga negara, ketua MPR, ketua DPR, ketua DPD semua dukunglah KPK," jelasnya.

Setelah menyampaikan sambutannya, KPK dan para pengurus DPP Partai Demokrat langsung melakukan diskusi terkait sistem integritas partai politik dalam mencegah korupsi secara tertutup. KPK berharap dalam diskusi tersebut bisa muncul berbagai rekomendasi baik dari KPk maupun dari Partai Demokrat.

Adapun sebelumnya jadwal kunjungan tim pencegahan KPK pada sejumlah partai yang telah dilakukan adalah PDIP pada31 Agustus 2017, Gerindra, 7 September 2017,PKB, 7 September 2017, Hanura, 11 September 2017 dan pada hari ini kunjungan ke Partai Demokrat dan Nasdem.