Kamis , 14 September 2017, 22:19 WIB

Mendikbud: Waspadai Penyelundupan Narkoba dari Perbatasan

Rep: Umi Nur Fadhilah/ Red: Bayu Hermawan
Republika/ Yasin Habibi
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy mengikuti rapat kerja dengan komisi X di Kompleks Parlemen, Jakarta, Rabu (13/9).
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy mengikuti rapat kerja dengan komisi X di Kompleks Parlemen, Jakarta, Rabu (13/9).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy mengaku telah meminta perhatian pemerintah daerah di perbatasan untuk memperhatikan penyelundupan obat-obatan terlarang. Ia mengakui sulit memberantas penyelundupan narkotika di daerah perbatasan.

"Drug trafficking sangat intensif, karena itu minta ada perhatian," katanya di Jakarta, Kamis (14/9).

Mantan rektor Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) itu menyebut penyelundupan obat-obatan terlarang dilakukan melalui jalan tikus. Salah satu yang menurutnya perlu menjadi perhatian, yakni di perbatasan Kalimantan. Ia menyebut obat-obatan terlarang itu masuk melalui negara tetangga.

"(Masuk dari) tetangga kita," ujarnya.

Menurutnya, pemerintah perlu memperkuat wilayah perbatasan. Kendati itu bukan wewenangnya, ia mengaku sudah mencari permasalahan terhadap penyelundupan obat-obatan terlarang, salah satunya dengan Gubernur Kalimantan Utara.

"Tidak hanya anak-anak, orang dewasa juga kena imbas itu," ucapnya.

Kendati demikian, Muhadjir menyebut tidak semua wilayah perbatasan memiliki potensi berbahaya. Namun, berdasarkan pengamatannya, daerah yang perlu diwaspadai, Kalimantan, sebagian Sulawesi, dan Maluku Utara.