Sabtu , 23 September 2017, 00:50 WIB

KPK Belum Ada Rencana Panggil Paksa Setya Novanto

Rep: Ali Mansur/ Red: Andi Nur Aminah
Yasin Habibi/ Republika
Ketua DPR RI Setya Novanto
Ketua DPR RI Setya Novanto

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Tersangka kasus mega korupsi Kartu Tanda Penduduk Elektronik (KTP-el), Setya Novanto sudah dua kali mangkir dari pemeriksaan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI beralasan tengah sakit dan harus mendapat perawatan di rumah sakit. Meski demikian KPK belum memiliki rencana untuk melakukan pemanggilan paksa Setya Novanto.

"Belum ada informasi tersebut. Jadi belum ada rencana untuk pemanggilan paksa. Rencana lebih lanjut masih dibahas bersama tim," terang juru bicara KPK, Febri Diansyah, saat dihubungi melalui pesan singkat, Jumat (22/9).

Pada pemanggilan pertama, Novanto dirawat di Rumah Sakit Siloam Semanggi, Jakarta Pusat. Setelah itu, dokter menyarankan tindakan kateterisasi karena adanya gejala disfungsi jantung Ketua Umum Partai Golkar tersebut. Kemudian KPK melakukan pemanggilan kedua kepada Novanto. Namun Novanto kembali mangkir dari pemanggilan itu karena beralasan sakit dan tidak dapat memenuhi pemanggilan.

Kendati demikian KPK tidak tinggal diam. Lembaga antirasuah mengirim tim penyidik dan dokter untuk memeriksa kesehatan Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Setya Novanto yang dirawat di RS Premier Jatinegara, Jakarta Timur karena sakit jantung. Febri mengatakan, tim penyidik dan dokter KPK bakal membahas hasil pemeriksaan yang dilakukan terhadap Novanto. "Kemarin Senin dan Rabu tim sudah cek ke RS," ujar Febri.

Sebelumnya, Ketua Bidang Media dan Penggalangan Opini DPP Partai Golkar, Nurul Arifin menyampaikan sebagian besar fungsi organ jantung Novanto terganggu. Bahkan Nurul mengatakan penyempitan dan fungsi jantung Novanto yang tersumbat itu mencapai 80 persen. "Ginjalnya juga mengalami kelainan. Sehingga belum bisa memenuhi pemanggilan KPK," kata mantan artis tersebut.