Senin , 25 September 2017, 06:21 WIB

Polri Bantah Catut Nama Presiden dalam Pembelian Senjata

Rep: Mabruroh/ Red: Bilal Ramadhan
Mahmud Muhyidin
Kadiv Humas Polri Setyo Wasisto
Kadiv Humas Polri Setyo Wasisto

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Mabes Polri membenarkan adanya pembelian senjata yang dilakukan oleh Badan Intelegen Negara (BIN). Namun Polri membantah bila pembelian tersebut dilakukan secara ilegal bahkan sampai mencatut nama Presiden.

"Oh enggak ada (catut nama Presiden), itu sudah program APBN-P, itu seperti yang sudah disebutkan Pak Wiranto," ujar Kadiv Humas Polri, Irjen Setyo Wasisto saat dihubungi di Jakarta, Ahad (24/9).

Setyo juga membantah bila ada miskomunikasi perihal pengadaan senjata tersebut. Menurutnya tidak ada yang ilegal, serta baik Polri maupun TNI memiliki aturan tersendiri perihal pengadaan senjata tersebut.

"Saya enggak bilang gitu (miskom), saya bicara aturan. Aturan hukumnya Polri sendiri, TNI sendiri," terang dia.

Setyo memaparkan, pengadaan senjata untuk TNI maka menjadi urusan TNI sepenuhnya. Sedangkan bila melalui Aslog Polri, institusi yang melakukan pemesanan senjata bisa datang dari BNN, BIN, maupun Bea Cukai. "BNN, BIN, terus Bea Cukai itu melalui Polri," ujar Setyo.

TAG

Berita Terkait