Senin , 25 September 2017, 07:37 WIB

Netty: Waspadai Perdagangan Anak di Situs Lelang Perawan

Rep: Arie Lukihardianti/ Red: Bilal Ramadhan
Istimewa
Dr Hj Netty Prasetiyani Heryawan, Ketua P2TP2A Provinsi Jabar.
Dr Hj Netty Prasetiyani Heryawan, Ketua P2TP2A Provinsi Jabar.

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG -- Di dunia maya kini sedang hangat perbincangan mengenai layanan lelang keperawanan di sebuah situs yang juga memberikan layanan nikah siri. Menurut Ketua Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Jawa Barat, Netty Prasetiyani, ia curiga ada praktik perdagangan anak dalam layanan situs tersebut.

"Kami meminta masyarakat waspada, jangan-jangan ini hanya akal-akalan saja dari praktik human trafficking, perdagangan orang dalam hal ini anak-anak. Kami meminta agar kepolisian bisa mengusut tuntas," ujar Netty kepada wartawan, Ahad (24/9).

Menurut Netty, ia juga sudah berkoordinasi dengan Kapolres Bekasi Kombes Pol Hero Henrianto Bachtiar untuk menindaklanjuti informasi yang beredar tentang nikahsirri.com yang ada di wilayah kerjanya. Netyy mengatakan, kalaj benar ada praktik eksploitasi, maka itu sudah ada pelanggaran pidana. Begitu pun, dengan layanan nikah sirri. Ada, indikasi kuat hal itu bagian dari praktik prostitusi.

"Jadi ini jelas bukan hanya melanggar norma masyarakat dan kaidah agama, tapi juga ada dugaan pelanggaran hukum," katanya.

Netty juga mengimbau agar para orang tua lebih intens berkomunikasi dengan anak. Anak, jangan sampai terjebak pada bujuk rayu atau iming-iming hasil yang melimpah dari praktik jual keperawanan. "Jadi, jangan sampai karena iming-iming dikasih rumah, mobil, uang banyak, dan handphone bagus lalu ikut layanan mereka. Bentengi anak-anak, jangan sampai terjebak," katanya.

Netty berharap agar Kemenkominfo segera memblokir situs nikahsirri.com dan partaiponsel.org. "Saya yakin Kemenkominfo akan bergerak cepat menutup dua situs itu. Jangan tunggu ada korban, baru ditutup," katanya.

P2TP2A juga, kata dia, mengajak masyarakat bila ada yang menjadi korban agar jangan takut melaporkan hal itu ke penegak hukum. "P2TP2A Jabar akan membantu mendampingi, mengadvokasi, dan memulihkan trauma. Jadi jangan takut, silakan bisa juga laporkan ke kami," tegas Netty.

TAG

Berita Terkait