Ahad , 08 October 2017, 12:38 WIB

Oknum Dokter Penganiaya Punya Senjata, Ini Kata Kadispenad

Rep: Santi Sopia/ Red: Agus Yulianto
Penganiayaan (Ilustrasi)
Penganiayaan (Ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kepala Dinas Penerangan TNI AD (Kadispenad) Brigjen TNI Alfret Denny Tuejeh mengatakan, pihaknya masih mendalami kasus pemukulan petugas parkir Mall Gandaria City (Gancit). Tukang parkir Zuansyah diketahui dianiaya oleh Anwari, oknum dokter yang menggunakan mobil dinas Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD).

"Saat ini sedang didalami," kata Alfret pada Republika, Ahad (8/10). Dia menegaskan, pelaku bukan berasal dari militer. Hanya, karena pelaku menggunakan mobil RSPAD, maka pihaknya mendalami terkait hal tersebut. Sedangkan mengenai kepemilikan senjata oleh pelaku, dia menyerahkannya pada kepolisian.

"Pelaku kan bukan militer. Jadi yang kami dalami adalah penggunaan mobil dinasnya. Karena pelakunya warga sipil, seyogianya itu menjadi ranah kepolisian," lanjutnya.

Hingga saat ini belum diketahui darimana Anwari mendapatkan senpi. Surat izinnya disebut-sebut berasal dari Brigif Linud 17.

Selain memukul Zuansyah, Anwari juga diketahui melepaskan tembakan ke atas pada Jumat (6/10) malam lalu, hingga Zuansyah pun berlutut di kaki Anwari. Zuansyah melapor ke Polsek Kebayoran Lama pada Sabtu (7/10) yang kemudian dilakukan pemanggilan pada pelaku, Anwari oleh kepolisian.

Berita Terkait