Kamis , 12 Oktober 2017, 15:57 WIB

Tito Minta Anggotanya yang Ikut Pilkada Mundur dari Polri

Rep: Arif Satrio Nugroho/ Red: Andri Saubani
Republika/Prayogi
Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian memberikan keterangan pers seusai melakukan video conference terkait persiapan jelang pengamanan Hari Raya Iduladha 1438 H di Mabes Polri, Jakarta, Rabu (23/8).
Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian memberikan keterangan pers seusai melakukan video conference terkait persiapan jelang pengamanan Hari Raya Iduladha 1438 H di Mabes Polri, Jakarta, Rabu (23/8).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Sejumlah perwira Polri dikabarkan akan berpartisipasi dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) pada 2018. Menuju tahun politik itu, Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian pun mengimbau kepada para perwiranya yang telah yakin mencalonkan diri agar segera mengundurkan diri.

"Kalau sudah yakin lebih baik mengundurkan diri," ujar Tito di Gedung DPR RI, Kamis (12/10). Tito mengungkapkan, dia belum mengetahui secara pasti siapa saja anggota Polri yang dipastikan akan mengikuti kontestasi Pilkada 2018 itu. Namun, diketahui Komandan Korps Brimob Polri Inspektur Jenderal Polisi Murad Ismail akan mengikuti Pilgub Maluku.

Tito menjelaskan, secara regulasi, penetapan yang akan mendaftar sebagai calon kepala daerah jatuh pada awal Februari 2018. Sebelum tanggal tersebut, anggota Polri masih diperkenankan bertugas sebagai anggota Polri. "Kalau yakin (mencalonkan diri), as soon as possible yakin ya mundur saja," kata dia.

Tito berharap, dengan adanya pencalonan diri para anggotanya itu tidak menyebabkan terjadinya konflik kepentingan. Dia pun memastikan, sesuai instruksi Presiden, maka Polri dalam pemilu harus netral. "Mengamankan, bukan memenangkan," ujar Tito.