Sabtu , 11 November 2017, 00:08 WIB

Dokter Helmi Bawa Senpi Setiap Hari

Rep: Rahma Sulistya/ Red: Agung Sasongko
Republika/Rahma Sulistya
Tersangka penembakan dokter Letty, dokter Helmi saat tiba di Mapolda Metro Jaya, Jumat (10/11).
Tersangka penembakan dokter Letty, dokter Helmi saat tiba di Mapolda Metro Jaya, Jumat (10/11).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kanit II Subdit Jatanras Dirreskrimum Polda Metro Jaya Ari Cahya Nugraha mengungkapkan, pelaku penembak dokter Lety, selalu membawa senjata api (senpi) setiap hari.

"Dari Bekasi, ke tempat korban kemudian ke TKP dengan motor yang sama, ojek yang sama. Sudah diketahui identitasnya (drivee gojeknya). Senjata tiap hari di bawa dia," ujar Ari di Mapolda Metro Jaya, Jumat (10/11).

Dari hasil pemeriksaan, pelaku mengakui senjatanya digunakan hanya untuk membela diri, namun pihak kepolisian tidak sepenuhnya percaya dengan hal itu. Ini dikarenakan hasil tes urin pelaku yang menyatakan pelaku mengkonsumsi obat penenang.

Sementara, Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono mengatakan,senpi yang dimiliki pelaku didapat dari orang yang sampai sekarang belum disebutkan siapa oleh pelaku. Tapi pelaku membeli untuk senpi revolvernya Rp 25 juta dan untuk sejenis FN itu Rp 20 juta.

"Saat ini kita sudah lapor senpi itu. Kita juga ingin tahu apakah senpi itu rakitan atau organik nanti saya lapor," ujar Argo di Mapolda.

Sebelumnya, terjadi penembakkan di Azzahra Medical Center Cawang, Jakarta Timur, berujung kematian seorang dokter bernama Lety Sultri (46). Pelaku, dokter Helmi, sempat melarikan diri, namun mengarah ke Polda Metro Jaya dan menyerahkan diri di sana dengan membawa dua barang bukti.