Rabu , 15 November 2017, 11:23 WIB

Anggota Brimob Tewas Ditembak KKB, Kapolri: Jangan Kendor

Rep: Arif Satrio Nugroho/ Red: Andi Nur Aminah
Republika/Yasin Habibi
Kapolri Jendral Pol Tito Karnavian mengikuti rapat dengar pendapat umum (RDPU) dengan Komisi III DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (12/10).
Kapolri Jendral Pol Tito Karnavian mengikuti rapat dengar pendapat umum (RDPU) dengan Komisi III DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (12/10).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Dua anggota Brimob mengalami penembakan oleh kelompok kriminal bersenjata (KKB) Rabu (15/11) dini hari. Satu di antaranya tewas. Kapolri Jenderal Tito Karnavian menyesalkan kejadian tersebut.

Tito menyampaikan duka yang mendalam bagi kepada keluarga korban. Sebagai jasanya, personel yang tewas pun diberikan penghargaan kenaikan pangkat Anumerta. "Kepada anggota-anggota yang lain bertugas di manapun berada khususnya di daerah Freeport saat ini ya, jangan kendor semangat, tetap masalah kematian itu dari Allah Subhanahu Wa Ta'ala," ujar Tito di Gambir, Jakarta Pusat, Rabu (15/11).

Tito mengungkapkan, peristiwa penembakan ini merupakan salah satu risiko operasi di daerah yang mengalami gejolak keamanan dan konflik seperti di Tembagapura. Risiko tersebut, harus ditanggung oleh semua anggota Polri. "Tapi saya sangat meyakini bahwa hidup mati kita, termasuk kematian kita semua adalah adalah takdir Allah Subhanahu Wa Ta'ala," ujarnya.

Saat ini, pelaku penembakan masih dilakukan penyidikan. Disinyalir pelaku penembakan tersebut adalah personel KKB yang kerap melakukan teror pada personel Brimob. "Sedang dilakukan penyidikan ini pendalaman siapa pelaku penembakan ya tapi apapun juga ini adalah risiko dari operasi," kata Tito.

Dua anggota Brimob tewas tertembak saat melakukan patroli di distrik Tembagapura, Papua pada Rabu (15/11) dini hari. Saat itu, satgas terpadu Brimob Den B Polda Papua sedang melaksanakan Patroli penyelidikan atas penembakan karyawan Freeport sehari sebelumnya. Adapun identitas korban adalah Brigadir Firman dan Bripka Yongky Rumte. Brigadir Firman merupakan anggota yang tewas.