Sabtu , 18 November 2017, 12:21 WIB

Setnov Ditahan, Dukungan Golkar untuk Jokowi Jadi Rawan

Rep: Zahrotul Oktaviani/ Red: Budi Raharjo
republika
Panggilan KPK untuk Setnov
Panggilan KPK untuk Setnov

REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA -- Kasus yang menjerat Setya Novanto (Setnov) bisa menjalar ke mana-mana. Status Setnov sebagai ketua umum Partai Golkar menjadi isu lain di dunia politik.

Pangi Syarwi Chaniago, selaku pengamat politik memberikan pernyataannya terkait kasus yang menimpa Setnov dan Golkar. Dirinya menyatakan ada kemungkinan terjadi perebutan dua poros antara ARB (Aburizal Bakrie) dan Agung Laksono.

"Seandainya Setnov dalam waktu dekat di-'orange' kan KPK, kembali ditetapkan sebagai tersangka untuk kedua kalinya setelah sebelumnya menang di praperadilan. Ada kemungkinaan terulang kembali perebutan dua poros antara pengurus orangnya ARB dengan kubu Agung Laksono," ujar Pangi Syarwi dalam rilis yang diterima Republika, Sabtu (18/11).

Pangi menyatakan tidak bisa disangkal potensi terjadinya perebutan kembali pengaruh tokoh sentral dan elite penentu seperti ARB dan Agung Laksono untuk menjadi ketua umum partai Golkar mengantikan Setnov. "Kalau yang terpilih ketua umum baru partai Golkar dari trah kubu ARB, maka kemungkinan dukungan Golkar terhadap pemerintah akan kembali dievaluasi untuk mengusung Jokowi di pemilu 2019," ucap Pangi.

Hal terebut berarti dukungan Golkar terhadap Jokowi bisa bergeser dan dipastikan belum aman. Namun yang terjadi sebaliknya jika poros Agung Laksono yang menang. Golkar dipastikan konsisten mendukung Jokowi dalam pilpres 2019. Oleh karena itu, apabila Setnov ditahan KPK, konstelasi politik bisa berubah secara ekstrem dan turbulensi di internal Golkar tak bisa dihindarkan.

Pangi mengungkapkan suasana yang mendukung sosok tertentu atau faksi dalam internal Golkar masih sangat terasa. Menang dan terpilihnya Setnov dulu menjadi ketua umum, salah satunya faktor lain adalah Setnov dianggap lebih netral dan relatif cair.

"Setnov dianggap bisa masuk ke kubu ARB dan bisa dekat juga dengan kubu Agung Laksono. Ketua umum penganti Setnov kemungkinan polaritasnya mirip dengan Setnov yang posisinya di tengah tengah," ucap Pangi.

Berita Terkait