Kamis , 04 January 2018, 06:10 WIB

Manajemen Kasus Kuno, Kapolri Ingin Perbaruan IT

Rep: Arif Satrio Nugroho/ Red: Gita Amanda
Republika/ Wihdan
Tito Karnavian
Tito Karnavian

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia Jenderal Polisi Muhammad Tito Karnavian berharap adanya perbaruan sistem teknologi dan informasi (IT) dalam pengelolaan kasus di Polri. Sebab, saat ini sistem pengelolaan kasus yang digunakan Polri terbilang masih kuno.

"Polri sampai saat ini belum memiliki manajemen IT. Saya tahun 98 sekolah di Australia dia punya sistem case manajemen information system," kata Tito di Markas Besar Polri Jakarta, Rabu (3/1) lalu.
 
Sementara, hingga saat ini, pengelolaan kasus masih bersifat konvensional. Sehingga, Tito sebagai pimpinan pun bahkan sulit mengecek semua kasus Polri yang berjumlah ribuan. Dengan manajemen kasus berbasis IT, maka semua kasus masuk dalam database besar dan bisa dicek pimpinan dengan password keamanan di level tertentu.
 
Padahal, menurut Tito, dalam satu hari seribu sampai dua ribu kasus masuk ke Polri. Satu bulan bisa mencapai 34-35 ribu. Satu tahun 400 ribu kasus. "Bagaimana mau mengawasinya? oleh karena itu pengawasan efektif dengan sistem IT sekarang masih manual," kata Tito.
 
Dengan manajemen kasus berbasis IT, maka Tito mengaku akan terbantu, mana kasus yang lama bisa search and find. Ia juga dapat menganalisis apa penyebab tidak berkembangnya suatu kasus. "Ini kita harapkan. Sekarang masih ditangani penyidik di ruang masing dan dilaci penyidik kita nggak ngerti sampai kita panggil penyidiknya," keluh Tito.