Ahad , 16 April 2017, 20:44 WIB

BPTP Gencarkan Tanam Cabai

Red: Dwi Murdaningsih
Antara/Fiqman Sunandar
Petani memanen cabai di Desa Boyantongo, Paigi Selatan, Parigi Moutong, Sulawesi Tengah, Selasa (4/4).
Petani memanen cabai di Desa Boyantongo, Paigi Selatan, Parigi Moutong, Sulawesi Tengah, Selasa (4/4).

REPUBLIKA.CO.ID, SLEMAN -- Balai Pengkajian Teknologi Pertanian, Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian Yogyakarta menggandeng berbagai elemen masyarakat untuk menggencarkan program menanam cabai di lingkungan tempat tinggal. "Kami mendorong masyarakat untuk dapat memanfaatkan lahan-lahan yang ada, lahan sempit untuk menanam cabai baik secara vertikal maupun menggunakan polibag," kata Kepala Balai Pengkajian Teknolohgi Pertanian, Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian Yogyakarta (BPTP Balitbangtan) Yogyakarta Joko Pramono.

Menurut dia, selain menggandeng pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten/kota hingga pemerintah desa, pihaknya juga menggandeng kelompok-kelompok di masyarakat untuk menyukseskan program ini. "Kami ajak semua untuk berpartisipasi dalam program ini, teknik tanam ini juga dapat menjadi solusi ketika harga komoditas semisal sayur atau cabai melonjak. Harga cabai rawit beberapa waktu lalu sempat meroket hingga Rp 200 ribu per kilogram. Tanaman tidak harus berjejer banyak, cukup tiga hingga lima pohon. Joko mengatakan, satu pohon kalau sudah panen bisa menghasilkan cabai untuk kebutuhan harian keluarga. "Bayangkan kalau ada lima pohon, pasti kebutuhan keluarga aman, dan tidak akan lagi terpengaruh melonjaknya harga cabai di pasaran," katanya.

Ia mengatakan, beberapa waktu lalu BPTP juga mendistribusikan kembali bibit cabai sebanyak 500 ribu bibit cabai rawit yang diberikan ke delapan organisasi perempuan di DIY. "Selanjutnya bibit-bibit ini didistribusikan merata di kabupaten kota se-DIY," katanya.

Ketua Perempuan Muslimat NU DIY Lutviah Dewi Malik menuturkan kerjasama ini efektif. Keterlibatan organisasi perempuan DIY mampu menggerakan tanam mandiri. Terlebih keanggotaan organisasi didominasi oleh perempuan yang telah berkeluarga. "Kami mendapatkan 25 ribu bibit cabai. Distribusi dilakukan ke semua perangkat organisasi tingkat kecamatan. Akan diteruskan hingga tingkat dusun seluruh DIY," katanya.

Penanggung jawab Diseminasi Teknologi Pertanian dan Gerakan Tanam Cabai BPTP Balitbang Pertanian Yogyakarta Rohima Kaliky mengatakan pelaksanaan Gerakan Menanam Cabai yang dicanangkan DIY beberapa waktu lalu, cukup menggema sehingga animo masyarakat cukup tinggi.

"Animo masyarakat yang mengajukan surat permintaan bibit cabai ke BPTP Balitbangtan Yogyakarta cukup tinggi. Semua permintaan direspon," katanya.

Ia mengatakan, di wilayah Kabupaten Sleman bibit cabai yang telah didistribusikan meliputi di wilayah Kecamatan Ngaglik 1.000 bibit, Kalasan 8.200 bibit, Ngemplak14.000 bibit, Sleman 6.400 bibit dan Hargobinangun 1.500 bibit,, kemudian sebanyak 20.000 bibit, kepada Kecamatan Pakem 10.000 bibit, Turi 5.000 bibit dan Minggir 5.000 bibit.

"Sasaran penerima bantuan yakni PKK dan Kelompok Wanita Tani (KWT), dimaksudkan untuk menyediakan pangan yang sehat dan murah di rumah tangga," katanya.

Sumber : antara