Senin , 17 April 2017, 12:55 WIB

Balitbangtan Buat Inovasi Jeruk Bali tanpa Biji

Red: Dwi Murdaningsih
wikipedia
Jeruk bali.
Jeruk bali.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Jeruk pamelo atau banyak juga dikenal sebagai jeruk bali atau jeruk besar pada umumnya memiliki biji dalam jumlah banyak, bahkan dapat mencapai lebih dari 100 biji/buah. Jumlah biji sebanyak itu terkadang merepotkan saat akan dikonsumsi, sehingga masyarakat kini mulai memilih jeruk yang sedikit atau bahkan tanpa biji.

Karakter jeruk tanpa biji ini juga menjadi salah satu elemen penting dalam penelitian yang dilakukan oleh Badan Litbang Pertanian (Balitbangtan). Dengan melihat preferensi pasar tersebut, Balitbangtan telah melakukan perbaikan karakter jeruk pamelo dengan melakukan pemuliaan mutasi menggunakan sinar gamma.

Hasil dari proses mutasi tersebut telah sukses melahirkan varietas baru jeruk pamelo yang diberi nama Pamindo Agrihorti. Sekilas jeruk ini mirip dengan jeruk pamelo yang ada dipasaran, namun apabila dibelah terlihat perbedaan yaitu jumlah biji sedikit dan warna daging buahnya yang merah dengan tekstur yang lembut.

Varietas Pamindo Agrihorti telah dilepas berdasarkan SK Menteri Pertanian no 017/Kpts/SR.120/D.2.7/2/2016 tertanggal 18 Februari 2016. Varietas unggul baru ini memiliki kandungan vitamin C sebesar 34,40-58,02mg/100gr dengan kandungan gula 8-10,6°brix, serta berat buah rata-rata 660-1470 gr/buah.

Jeruk ini mempunyai potensi yang besar untuk dikembangkan karena wilayah adaptasinya sesuai di dataran rendah dengan keunggulan berbiji sedikit. Jeruk ini mampu berproduksi 65-79 buah perpohon sehingga hasilnya pun cukup besar dengan rata-rata 60-85 kg /pohon/tahun.

Selain potensi tersebut, manfaat jeruk ini sangat besar bagi tubuh. Antioksidan dalam vitamin C berfungsi untuk membantu mencegah kerusakan sel akibat molekul radikal bebas. Dalam beberapa penelitian menunjukkan bahwa mengkonsumsi buah-buahan salah satunya jeruk dapat memberikan perlindungan lebih tinggi terhadap bahaya kanker.