Jumat , 21 April 2017, 15:54 WIB

Jagung Putih untuk Diversifikasi Pangan

Red: Budi Raharjo
balitbangtan kementan
Jagung putih
Jagung putih

REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA -- Dalam rangka mendukung program diversifikasi pangan yang tengah digalakkan oleh pemerintah, Badan Litbang Pertanian, Kementerian Pertanian berhasil merakit empat varietas jagung putih, yaitu Bima Putih-1, Bima Putih-2, Anoman dan varietas Srikandi Putih-1.

Bima Putih-1 merupakan hibrida silang tunggal yang didapatkan dari hasil persilangan galur elite yang diperoleh dari CIMMYT (International Maizeand Wheat Improvement Center) bekerja sama dengan Balai Penelitian Serealia di Maros dan mempunyai kualitas protein yang lebih tinggi dibandingkan jagung putih pada umumnya.  Kandungan asam amino esensial pada Bima Putih-1 lebih besar satu setengah kali dari jagung putih yang beredar di tingkat petani.

Bima Putih-2 juga telah diperkenalkan sejak 2012. Jagung hibrida Bima Putih-2 juga merupakan hibrida silang tunggal dari galur-galur elite hasil rakitan kerja sama dengan CIMMYT. Jagung hibrida Bima Putih-2 mirip dengan Bima Putih-1. Namun, Bima Putih-2 mempunyai kandungan asam amino esensial yang  lebih tinggi. Jagung ini dapat dijadikan bahan subtitusi beras sampai pada taraf 70 persen.

Selain Bima juga telah berhasil diraki Jagung Anoman pada tahun 2006 dan Jagung Srikandi pada tahun 2004. Anoman adalah jagung komposit yang diperoleh dari hasil persilangan galur CIMMYT toleran kekeringan, TuxpenoSequia. Rasa jagung ini enak dan agak pulen. Meski tahan kekeringan, jagung ini sedikit rentan terhadap bulai.

Jagung Srikandi Putih, merupakan jagung komposit putih pertama yang dilepas Badan Litbang Pertanian, Kementerian Pertanian. Jagung ini didapatkan dari hasil persilangan 8 Inbrida asal CIMMYT dan telah diadaptasi dengan lingkungan tropis.

Endosperm biji mengandung 10,44 persen protein dengan persentase lisin dan triptofan dua kali lebih tinggi dari jagung pada umumnya. Varietas ini tahan terhadap hama penggerek batang O. furnacalis serta hawar daun dan karat daun. Namun demikian, jagung QPM (Protein Berkualitas Tinggi) ini tergolong yang mempunyai gen resesif alias hanya bisa kawin atau saling menyerbuk di antara sesamanya.

Berita Terkait