Rabu , 22 February 2017, 19:13 WIB

Habib Rizieq Sambangi Korban Banjir, Ini yang Dikatakannya

Rep: Dian Fath Risalah/ Red: Teguh Firmansyah
Dian Fath Risalah
Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq menyambangi para korban banjir di RW 04, Cipinang Melayu, Makasar, Jakarta Timur pada Rabu (22/2).
Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq menyambangi para korban banjir di RW 04, Cipinang Melayu, Makasar, Jakarta Timur pada Rabu (22/2).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq menyambangi para korban banjir di Rw 4, Cipinang Melayu, Makasar, Jakarta Timur pada Rabu (22/2) sore.

Sejak Ahad (19/2) permukiman padat di bantaran Kali Sunter itu terendam banjir hingga 2,5 meter. Warga ada yang mengungsi di Masjid Raya Universitas Borobudur dan Kampus Akpindo yang tidak jauh dari permukiman warga.

Imam Besar FPI itu mengatakan, tujuannya datang ke permukiman padat tersebut karena ingin langsung melihat langsung kondisi warga korban banjir.  Bersama dengan puluhan massa FPI, Habib Rizieq juga mendoakan para warga yang menjadi korban banjir.

Menurut Habib Rizieq, dalam aksi bela Islam, ormas tak hanya berdemo. Aksi kemanusiaan seperti membantu korban banjir juga termasuk dalam rangkaian aksi bela Islam.

"Kami sampaikan bahwa ruh aksi bela islam 212 itu tidak hanya digunakan dalam bentuk demo-demo tapi dibangun ruh kebersamaan membantu korban bencana di mana saja dari Sabang-Merauke kalau ada bencana banjir gempa kami harus turun bersama-sama membantu," kata dia saat di Cipinang Melayu, Makasar, Jakarta Timur, Rabu sore.

"Dan ingat kalau kita berbicara kemanusiaan itu tanpa memandang suku bangsa dan agama," katanya.

Sebelumnya, Lurah Cipinang Melayu, Angga Sastra Amijaya mengatakan, air mulai surut sejak Selasa (21/2), sekitar pukul 17.00 WIB. Secara bertahap ketinggian air terus menyurut hingga benar-benar tuntas sekitar pukul 05.00 WIB Rabu.

Baca Juga: Banjir Setinggi 70 cm, Djarot: Ini Bukan Banjir, Tapi Tergenang.