Sabtu , 25 Februari 2017, 13:07 WIB

Yayasan Kanker Indonesia Bangun Rumah Singgah Pasien

Rep: Novita Intan/ Red: Yudha Manggala P Putra
Republika/Yasin Habibi
Seorang anak berjalan menuju kamarnya seusai bermain di Yayasan Kasih Anak Kanker Indonesia, Jakarta.Republika/Yasin Habibi
Seorang anak berjalan menuju kamarnya seusai bermain di Yayasan Kasih Anak Kanker Indonesia, Jakarta.Republika/Yasin Habibi

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA - Yayasan Kanker Indonesia (YKI) membangun gedung Rumah Singgah Sasana Mardi Husada (SMH) bagi pasien kanker dari luar Jakarta yang sedang berobat di Jakarta.

Ketua Umum YKI Prof DR dr Aru Wisaksono Sudoyo mengatakan keberadaan rumah singgah sebagai tempat tinggal sementara bagi pasien kanker dan tempat penginapan yang layak dan murah bagi pasien yang sebagian besar tidak mampu.

"Penginapan mulai harga Rp 10 ribu itu sangat murah sekali khusus pasien kanker dari luar Jakarta yang sedang menjalani pengobatan di Jakarta," ujarnya kepada Republika.co.id, Jakarta, Sabtu (25/2).

Dia menjelaskan, rumah singgah dibangun di atas 3 lantai, di mana lantai pertama terdiri dari 14 kamar rumah singgah bagi pasien kanker, lantai kedua terdiri atas 4 kamar untuk paliatif serta ruang kelas yang dapat digunakan untuk pendidikan dan pelatihan dan lantai tiga berupa ruang aula dengan kapasitas 100 orang.

Rumah Singgah bernama Sasana Marsudi Husada YKI berlokasi di Lebak Bulus Tengah, Cilandak, Jakarta Selatan.  "Kami mengucapkan terima kasih kepada masyarakat dan perusahaan yang telah ikhlas sebagai donatur untuk pembangunan rumah singgah ini, sehingga lebih banyak pasien kanker yang dapat kita bantu bersama," ungkapnya.

Selain sebagai rumah singgah, juga digunakan untuk melakukan upaya preventi promotif dan suportif penyakit kanker.