Kamis , 23 March 2017, 12:30 WIB

Joko Pinurbo: Sastrawan Harus Menyesuaikan dengan Zaman

Rep: Rahmat Fajar/ Red: Yudha Manggala P Putra
Republika/Rahma Sulistya
Sapardi Djoko Damono menandatangani buku-buku yang dibeli penggemar puisinya dalam acara 77 Tahun Sapardi Djoko Damono, Launching 7 Buku dan Nyanyian Puisi.
Sapardi Djoko Damono menandatangani buku-buku yang dibeli penggemar puisinya dalam acara 77 Tahun Sapardi Djoko Damono, Launching 7 Buku dan Nyanyian Puisi.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Sastrawan Joko Pinurbo (Jokpin) mengatakan, generasi sastra akan datang harus jeli melihat perkembangan zaman. Menurutnya sastrawan harus mampu menyesuaikan dengan era digital saat ini.

Pasalnya, kata Jokpin, perkembangan zaman tidak bisa dibendung. Hal itu dinilai juga mempengaruhi cara seorang sastrawan menciptakan karyanya.

"Kita harus menyesuaikan dengan zaman, hanya cara mengekspresikan saja yang berbeda," ujar Jokpin, dalam acara 77 Tahun Sapardi Djoko Damono dan Peluncuran Buku, di Bentara Budaya Jakarta, Rabu (22/3) malam.

Jokpin berpesan kepada generasi akan datang bahwa berkarya harus kuat mental. Menurutnya seorang sastrawan tidak hanya dibutuhkan kepintaran namun juga keberanian.

Kemudian ketekunan juga perlu dijalankan bagi seorang sastrawan. Sapardi, menurut Jokpin bisa dijadikan inspirasi. "Meneladani Sapardi, memelihara ketekunan, masih tekun kretaif, itu sesuatu yang tidak mudah diteladani banyak orang, Jokpin menegaskan.

Dalam acara 77 Tahun Sapardi Djoko Damono, Jokpin tampil sebagai pembaca puisi. Dia membacakan beberapa sajak karya Sapardi.

Musikalisasi puisi turut mengiringi rangkaian acara yang dihadiri ratusan tamu. Beberapa tokoh seperti Goenawan Muhamad dan Slamet Rahardjo juga hadir.