Jumat , 21 April 2017, 17:06 WIB

Perjuangan Kartini Perlu Dilanjutkan

Rep: Dea Alvi Soraya/ Red: Yudha Manggala P Putra
Republika/Raisan Al Farisi
 Siswa SDN Pejaten 10 Pagi memakai baju adat saat memperingati Hari Kartini di Jakarta, Jumat (21/4).
Siswa SDN Pejaten 10 Pagi memakai baju adat saat memperingati Hari Kartini di Jakarta, Jumat (21/4).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Deputi Bidang Perlindungan Hak Perempuan Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPA) Venetia R. Danes memaknai Hari Kartini sebagai hari yang bersejarah dan patut diperingati dalam jejak perjuangan hak-hak perempuan.  Menurutnya perjuangan itu perlu dilanjutkan.

Hak perempuan, menurut Venetia saat ini sudah berangsur terpenuhi berkat perjuangan kaum perempuan baik dalam skala internasional maupun nasional. Namun, dia mengatakan masih banyak hal mendasar yang harus tetap diperjuangkan oleh kaum perempuan.

"Seperti pembebasan dari kekerasan berbasis gender, pembebasan dari kemiskinan (poverty erradication), akhiri kesenjangan ekonomi bagi perempuan,  pemenuhan hak-hak kesehatan bagi perempuan," jelas Venetia, Jumat (21/4).

Kelayakan hidup perempuan Indonesia, menurut dia sudah tercukupi. Mengingat banyaknya perempuan yang berkiprah di ranah legislatif, yudikatif, tokoh masyarakat, atlet, dan lainnya. Namun jika ditinjau dari angkatan kerja, Venetia menjelaskan perempuan masih jauh angkatan kerjanya dibandingkan pria. "Kalau tidak salah kira-kira masih 1:2 (satu banding dua)," ujar dia.

Venetia menuturkan, perempuan masih harus berjuang dari sisi equality (kesempatan kerja yg sama) maupun equity (pengupahan) agar seimbang. Dia menambahkan, Indonesia telah menyepakati komitmen global bahwa di 2030 Indonesia mencapai Planet 50:50. Sehingga semua ini harus kita semua upayakan, terlepas dari status gender.

"KPPA berusaha agar ada pelibatan kaum pria untuk mendorong kaum perempuan ke arah kemajuan atau lebih maju lagi," ungkap Venetia.

Venetia berharap, sosok Kartini saat ini sanggup memperjuangkan hak-haknya dan dapat memperjuangkan kaum perempuan sehingga terbebas dari keterpurukan. Emansipasi juga diartikan Venetia sebagai kesetaraan dan keadilan gender tanpa mengabaikan kodrat masing-masing.