Jumat , 21 April 2017, 23:46 WIB

Sebuah Solusi di ibu kota Jika Mobil Baret dan Penyok

Rep: Arif Satrio Nugroho/ Red: M.Iqbal
Antara/Feny Selly
Lubang bekas peluru pada mobil yang menjadi barang bukti kasus penembakan mobil di Lubuk Linggau, di Mapolda Sumsel, Palembang, Jumat (21/4).
Lubang bekas peluru pada mobil yang menjadi barang bukti kasus penembakan mobil di Lubuk Linggau, di Mapolda Sumsel, Palembang, Jumat (21/4).

REPUBLIKA.CO.ID,Cuaca terik di siang hari tak membuat pria-pria berompi hijau bertuliskan "Cat Duco" di sepanjang Jalan Salemba Raya dan Kramat Raya, Kramat, Jakarta Pusat itu berhenti bekerja. Mereka berdiri tegak di pinggir jalan. Tangan mereka tetap melambai-lambai setiap mobil yang berjalan menghampiri.

Ketika mobil mulai menepi, muka mereka terlihat semringah. Segera diarahkan mobil itu ke bahu jalan. Kadangkala memang sampai naik ke trotoar. Mereka siap memperbaiki lecet, baret, dan penyok bodi mobil. "Ayo pak yang baret mana, jangan panik bisa diatur" kata salah seorang dari mereka.

Mereka adalah para pelaku jasa cat duco. Terdapat belasan pengguna jasa cat duco di bilangan Kramat raya, Jakarta Pusat. Mereka siap menangani bodi mobil yang baret, bahkan penyok dengan tangan-tangan terampil mereka dengan media cat duco.

Hambali adalah salah satu dari mereka. Jum'at (21/4) siang, tangannya telaten mengelap bodi mobil Avanza keluaran 2012 yang sedang ia tangani. Sesekali ia bercakap cakap dengan pemilik mobil menanyakan titik mana saja yang ingin diperbaiki.

Selesai membersihkannya, Hambali memeriksa bagian mobil yang baret dan penyok. Ia pun menegosiasikan terlebih dahulu dengan pengguna berapa kisaran harga yang harus dibayar untuk mengembalikan bodi mobil seperti semula. Tarif itu bergantung pada tingkat kerusakan dan kesulitan. "Kalau baret biasa, 250 ribuan tapi kalau sampe dalem kan susah bisa sampe 700 ribu lebih," kata dia.

Hambali mengatakan, soal harga, dia menjamin bisa dinegosiasikan. Untuk rusak ringan, harga yang dipatok Rudi bekisar antara Rp 250 ribu hingga Rp 400 ribu. Sementara untuk luka hingga /mblesek/, ia mematok harga sekitar 800 ribu. "Soalnya pake dempul, kadang kita mesti kerjain dari dalam juga jadi pekerjaan agak susah," ujar pria 40 tahun itu.

Hambali mengerjakan mobil yang mampir padanya saat itu juga. Waktu yang dibutuhkan untuk mengerjakan mobil pun variatif. Menurut Hambali, pengecatan untuk baret bisa memakan waktu tiga sampai empat jam. "Memang lebih kering karena sifat car duco memang begitu," katanya.

Serupa dengan Hambali, Damarsidi juga membuka jasa cat duco di Jalan Salemba Raya, tepatnya di depan Kampus Universitas Indonesia. Soal harga, Damarsidi mengaku tak berbeda dengan penjaja jasa cat duco di barisan Salemba dan Kramat Raya. "Memang pasaran kita rata-rata sama," ujar pria asal Semarang ini.

Damarsidi telah menjalani profesi ini selama sepuluh tahun. Pria yang akrab disapa Damar ini juga mengaku sudah menangani berbagai jenis mobil. Jika kerusakan banyak, ia pun mengajak teman-teman penjaja cat duco lainnya supaya pengerjaan lebih cepat.

Damarsidi mengaku, jumlah mobil yang mengunjungi memang tidak tentu. Namun, setiap hari pasti ada saja dua atau tiga mobil yang datang untuk sekedar memperbaiki luka baret ringan. "Biasanya anak mahasiswa kalo ngebaretin mobil bawa ke sini," ujar Damar.

Damar dan Hambali sama sama mengerjakan mobil di bahu jalan dan kadangkala trotoar. Ditanya soal hal tersebut, mereka pun mengaku sadar. Menurut Hambali, mereka memang belum memiliki tempat. Akibatnya mereka pun terpaksa memperbaiki mobil di bahu jalan.

Kendala itu bertambah jika terjadi hujan. Karena belum memiliki tempat, jika hujan mereka terpaksa tidak buka. "Kalau udah punya tempat bisa enak, bisa buka jasa cat full yang sampe 8 jutaan," kata Damar.

Damar melanjutkan, jika memang pemerintah memiliki rencana untuk menertibkan mereka, Damar hanya bisa pasrah. Namun, selama bertahun tahun, Damar tidak mengalami masalah tersebut. Jika memang akan dibemahi, Damar berharap agar pemerintah juga memfasilitasi usahanya dan rekan-rekannya. "Kalau bisa ya kita selain ditertibkan dapat tempat juga," ujarnya.

Salah satu pengguna jasa mereka, Aulia Hutama (24) mengaku memilih cat duco pinggir jalan ini karena pertimbangan harga. Menurut Hutama yang sedang memperbaiki Avanza kepunyaannya, cat duco pinggir jalan ini lebih murah. "Kalo soal harga di sini murah, kalau di bengkel satu titik doang bisa sampe 700an," kata mahasiswa semester akhir itu.

Hutama sebelumnya sudah pernah mempercayakan baret mobil pada jasa cat duco di Salamba Raya ini. Ia pun merasa cukup puas dengan kerapian hasil pengerjaannya. "Waktu itu gue bawa mobil rental kan, eh keserempet motor tuh, gue bawa kesini beres dah," kata dia berkelakar.

Namun, soal ketahanan cat, Hutama mengatakan harus memaklumi. Pasalnya, dengan harga yang ditawarkan murah, ketahanan cat juga berbanding lurus. "Namanya murah meriah ya berapa bulan udah keliatan beda, tapi kalau mau minta cat yang bagusan bisa juga sama abangnya, nambah harga," ujar dia.