Senin , 17 July 2017, 17:12 WIB

Ini Kronologi Bullying Siswi SMP di Thamrin City

Rep: Arif Satrio Nugroho/ Red: Bayu Hermawan
Youtube
Rekaman yang disensor memperlihatkan siswa SMP yang melakukan aksi bully terhadap siswa lainnya di pusat perbelanjaan di Tanah Abang, Jakarta Pusat yang menjadi viral di media sosial.
Rekaman yang disensor memperlihatkan siswa SMP yang melakukan aksi bully terhadap siswa lainnya di pusat perbelanjaan di Tanah Abang, Jakarta Pusat yang menjadi viral di media sosial.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Polisi telah menerima laporan terkait video penganiayaan yang viral di kalangan warganet. Kanit Reskrim Polsek Tanah Abang Kompol Mustakim pun menjelaskan jika polisi akan menindaklanjuti laporan itu dengan penyelidikan lebih lanjut. .

"Pihak korban sudah melakukan pelaporan dan visum," kata Mustakim saat dikonfirmasi Republika.co.id, Senin (17/7).

Kejadian bullying ini, menurut dia, terjadi pada seorang siswi yang berinisial SB pada hari Jumat (14/7) lalu. Kejadian itu terjadi sekitar pukul 13.30 WIB di lantai 3A di Thamrin City. Mustakim menjelaskan, kejadian tersebut berawal dari adu mulut.

"Berikutnya korban diadang dekat sekolahnya dan disuruh datang ke Thamrin City, lalu di sana sudah ada teman-teman pelaku yang nunggu, lalu dilakukan perbuatan itu (penganiayaan dan divideokan)," jelasnya.

Namun, Mustakim masih belum bisa memberitahukan di mana korban maupun pelaku bersekolah. Polsek Tanah Abang saat ini juga sedang melakukan penyelidikan lebih lanjut pada seluruh pihak yang terlibat.

Diketahui, Video perisakan yang melibatkan sejumlah siswa SMP itu viral di kalangan para warganet. Dalam video itu, tampak sejumlah siswa SMP sedang mengelilingi satu siswi dengan seragam putih. Diduga kejadian itu terjadi pusat perbelanjaan Thamrin City.

Dalam video itu, satu siswi SMP dikelilingi dan mendapat sejumlah tindakan kekerasan dari sejumlah anak lainnya. Bukan hanya itu, usai dianiaya siswi tersebut dipaksa cium tangan pada penganiaya dan diambil foto. Tidak berhenti disitu, siswi tersebut dipaksa bersujud ke salah satu penganiaya.


Sumber : Center

Berita Terkait