Selasa , 18 Juli 2017, 21:01 WIB

Disdik DKI: Beredarnya Video Perisakan Momentum Buka Mata

Rep: Umi Nur Fadilah/ Red: Qommarria Rostanti
www.chicago-bureau.org
Setop perisakan (ilustrasi)
Setop perisakan (ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Dinas Pendidikan (Disdik) Provinsi DKI Jakarta mengingatkan pendidikan anak bukan hanya menjadi tanggung jawab sekolah. Masyarakat juga ikut bertanggungjawab terhadap pendidikan anak-anak yang akan menjadi generasi penerus bangsa.

Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta Sopan Adrianto mengatakan video perisakan (bullying) yang dilakukan siswi SMP terhadap teman sebayanya di pusat perbelanjaan Thamrin City, Jakarta, merupakan momentum bagi seluruh pihak untuk introspeksi diri. "Justru saya sampaikan ini momentum kita untuk buka hati dan mata, semua bertanggungjawab untuk pendidikan tak hanya diserahkan ke sekolah, ada orang tua dan masyarakat," kata dia di SMPN 273 Jakarta Pusat, Selasa (18/7).

Dia menyebut, pendidikan merupakan tugas dan tanggung jawab bersama. Selama ini, kata Sopan, pemerintah telah melakukan berbagai hal untuk mencegah dan melindungi peserta didik dari tindak kekerasan. Upaya tersebut diantaranya sosialisasi, regulasi, dan pembinaan. Yang masih perlu ditekankan, pengawasan harus dilakukan bersama antara pemerintah dan elemen masyarakat.

"Sering kejadian, orang tua sekolahkan anaknya, (menganggap) itu tanggung jawab sekolah, tapi pas pulang kan selebihnya tak tahu," kata dia.