Jumat , 28 Juli 2017, 14:40 WIB

Tersangka Pencuri Bus Transjakarta Berbicara Ngawur

Rep: Arif Satrio Nugroho/ Red: Qommarria Rostanti
Republika/Mahmud Muhyidin
 Sejumlah bus Transjakarta melintas saat survei di koridor 13 Tendean, Jakarta Selatan, Ahad (9/7).
Sejumlah bus Transjakarta melintas saat survei di koridor 13 Tendean, Jakarta Selatan, Ahad (9/7).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Seorang pria, Sentot Setiadi, diduga mencuri bus Transjakarta milik PT Mayasari Bakti di Pul Ciracas, Jakarta Timur, Selasa (25/7). Tak tanggung-tanggung, tersangka membawa kabur bus bernomor polisi B 7450 TGC hingga ke Pekalongan, Jawa Tengah.

Kapolres Metro Jakarta Timur, Kombes Pol Andry Wibowo mengatakan, Polsek Ciracas akan melakukan pemeriksaan terlebih dahulu terhadap tersangka. Pasalnya hingga kini Sentot masih tidak sadar. "Sampai siang ini yang bersangkutan masih meracau atau berbicara ngawur," kata Andry saat dihubungi, Jumat (27/7).

Nantinya pemeriksaan akan didampingi oleh psikiater untuk mengetahui kondisi kejiwaan Sentot. Jika hasil pemeriksaan menyatakan bahwa yang bersangkutan mengalami gangguan kejiwaan, maka proses penyelidikan tidak akan diteruskan.

"Bila ada gangguan dalam berpikir dan atau kejiwaan, maka pemeriksaan tidak akan dilanjutkan karena tidak memenuhi syarat formil hukum acara pidana yaitu sehat jasmani dan rohani," kata dia.

Polisi pun saat ini masih melakukan pendalaman terkait pelarian bus Transjakarta ini. Menurut Andry, jika ini merupakan tindak kejahatan seyogyanya pelaku memiliki niat. Hilangnya bus Transjakarta dari pul bus di Ciracas, Jakarta Timur, pertama kali diketahui pada Rabu (26/7) dini hari saat dilakukan pengecekan sebelum beroperasi.

Polisi nanti juga akan berkomunikasi dengan pihak yang berhubungan dengan pelaku. "Pihak keluarga akan dikomunikasikan termasuk pihak Mayasari Bhakti atau Transjakarta untuk mengetahui kondisi yang bersangkutan," kata dia.

Saat ditemukan, bus dan Sentot berada di Pekalongan, Jawa Tengah. "Ya itu ditangkap di Pekalongan karena tidak membayar bensin, diamankan polisi, baru ketahuan kalau itu punya Transjakarta," kata Andry.