Senin , 21 August 2017, 15:19 WIB

Kabar Ganjil-Genap Tol Jakarta-Cikampek Hoax?

Rep: Mabruroh/ Red: Karta Raharja Ucu
ANTARA
Kemacetan di ruas tol Jakarta-Cikampek
Kemacetan di ruas tol Jakarta-Cikampek

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pemerintah telah mewacanakan akan memberlakukan ganjil genap di tol Jakarta-Cikampek. Namun belum ada yang dapat memberikan keterangan pasti terkait munculnya wacana tersebut.

Kepala Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek Bambang Prihatono bahkan sempat mengatakan bahwa info-info yang beredar perihal rencana diberlakukannya ganjil genap adalah tidak benar. Pasalnya sampai hari ini kata dia, wacana tersebut masih dalam pengkajian.

"Belum ada, berita yang beredar hoax tuh," tegasnya.

Dia juga menampik soal informasi akan dilakukan uji coba ganjil genap di Tol Cikampek. Karena pada kenyataannya menurut Bambang, lagi-lagi wacana tersebut belum selesai dikaji bersama.

"(Uji coba pekan depan) Belum... masih dikaji," terangnya.

Dia menambahkan bagaimana sistem ini nanti diberlakukan serta akan seperti apa dampaknya, akan dilihat usai pembahasan. Yang pasti tujuan BPTJ di balik wacana itu, kata dia ingin memaksimalkan warga agar dapat beralih menggunakan angkutan umum demi mencegah semakin parahnya kemacetan.

"Begini kebijakan apapun yang akan kita ambil, BPTJ akan mengupayakan pengguna angkutan umum mencapai 60 persen pada akhir tahun 2019," ujarnya.

Kepala Korps Lalu Lintas Polri Irjen Royke Lumowa mengaku belum ada keputusan dalam rapat-rapat mengenai rencana diberlakukannya ganjil genap laiknya yang telah berlaku di jalan Sudirman-Thamrin. "Setelah saya telusuri ganjil genap belum diputuskan dalam rapat-rapat," ujarnya kepada Republika di Jakarta, Ahad (20/8).

Menurut Royke saat ini wacana untuk mengatasi solusi kemacetan di ruas tol Cikampek masih dalam pengkajian. Sehingga dia pun enggan untuk memberikan tanggapan lebih lanjut mengenai dampak apabila sistem ganjil genap resmi diterapkan. "Perlu dikaji," kata dia.