Rabu , 13 September 2017, 11:31 WIB

Pembunuh Pasutri di Bendungan Hilir adalah Mantan Sopir

Rep: Arif Satrio Nugroho/ Red: Ratna Puspita
Republika/Arif Satrio Nugroho
Kapolsek Metro Tanah Abang AKBP Lukman Cahyono
Kapolsek Metro Tanah Abang AKBP Lukman Cahyono

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Polisi telah menangkap tiga pelaku pembunuhan pasutri Husni Zarkasih dan Zakiya Husni Masrur. Para pelaku ditangkap di Jawa Tengah. Kapolsek Metro Tanah Abang AKBP Lukman Cahyono mengatakan, salah satu pelaku diketahui sebagai mantan pegawai korban.

"Iya benar, mantan sopir ditangkap di Jawa Tengah," ujar Lukman saat dihubungi Republika, Rabu (13/9).

Lukman mengatakan, polisi memang sudah mencurigai Sopir yang berinisial Z itu setelah olah TKP. Selain itu, Lukman mengungkapkan, pelaku telah mengetahui betul kondisi rumah. "Si pelaku ini tidak asing lagi dengan keberadaan lokasi rumah tau sebeluk beluk rumah terus dia bisa bisa buka tutup garasi kalo orang awam kan tidak seperti itu," ujar Lukman.

Kendati demikian, dia belum mengungkapkan motif para pelaku. Sejauh ini, polisi menduga motif pelaku melakukan perampokan dan pembunuhan ini karena balas dendam. Sebab, Z sempat mengalami cekcok dengan korban. 

"Bisa seperti itu karena kan yang terduga ini sudah bekerja lama dan itu juga ada sakit hati dari yang diduga ini," ujar Lukman.

Sepasang suami istri, Husni Zarkasih dan Zakiya Husni Masrur ditemukan tidak bernyawa di Sungai Klawing Dusun Penisihan RT 001/01 Palumbungan  Bobotsari Purbalingga Jawa Tengah pada Senin (11/9). Setelah diperiksa keduanya merupakan warga Jalan Pengairan No.21 RT 11/06 Bendungan Hilir Tanah Abang Jakarta Pusat.

Irul (35 tahun), warga sekitar, sempat mengungkapkan kecurigaan terhadap mantan sopir Husni yang bernama Z.  “Sopirnya itu udah lama kerja sama keluarga pak Husni, ada lebih sepuluh tahun, namun dipecat setelah lebaran Idul Fitri kemarin," ujar Irul di Jalan Pengairan, Tanah Abang, Jakarta Pusat, Selasa (12/9).

Irul mengatakan, Z diberhentikan lantaran gemar main peremupan dan mabuk-mabukan. Padahal, Husni dan keluarganya adalah orang yang religius dan taat beribadah. "Udah sering dikasih tahu, tapi masih bandel akhirnya dipecat." ujar Irul.

Z yang menjadi sopir pribadi sempat tinggal di rumah korban yang berlokasi di Kedoya, Jakarta Barat. Z pun diminta pergi dari rumah tersebut. "Setelah dipecat abis lebaran lalu, Z juga disuruh pindah dari rumah pak Husni yang ada di Kedoya" ujar Irul.

Menurut Irul, Z sempat kembali ke rumah Husni untuk ikut tinggal di rumahnya. Namun, Husni tidak mengizinkannya. Terlebih, Z kerap bermasalah dengan salah satu anak Husni. "Z sering cekcok sama anak pak Husni yang namanya Gilang" ujar Irul.

Kecurigaan Irul bertambah ketika Z diketahui berkampung halaman di Purbalingga Jawa Tengah, yang juga merupakan lokasi di mana kedua ditemukan tewas usai di bunuh. "Z itu kampungnya di Purbalingga, tepat di mana jasad Pak Husni dan istrinya ditemukan, kuat dugaan dialah pelakunya" ujar Irul.

Irul menambahkan, saat pihak keluarga mencurigai Z, mantan sopir itu mendadak tidak bisa dihubungi. Nomornya pun tidak aktif.  “Nih, saya coba telepon juga sekarang enggak aktif" ujar Irul sambil mencoba menghubungi Z.