Rabu , 13 September 2017, 17:15 WIB

Jakarta Belum Siap Tilang Via CCTV

Rep: Arif Satrio/ Red: Indira Rezkisari
Republika/Rakhmawaty La'lang
  Petugas memasang CCTV kamera di depan Istana Negara, Jakarta, Jumat (25/9).
Petugas memasang CCTV kamera di depan Istana Negara, Jakarta, Jumat (25/9).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya Kombes Halim Pagarra menyatakan jika DKI Jakarta belum siap mengaplikasikan mekanisme penilangan kendaraan bermotor dengan CCTV. Ia pun memastikan DKI berita penilangan melalui CCTV tidak benar.

"CCTV tilang itu hoaks sebenarnya kita belum siap dari Polda Metro Jaya ya. Ada yang pernah dilaksanakan uji coba tapi saat ini belum siap dijalankan," ujar Halim di Mapolda Metro Jaya, Rabu (12/9).

Halim menambahkan, dalam waktu dekat, Polda Metro Jaya dan pemerintah daerah belum berencana melakukan penerapan aturan tersebut. Pasalnya hal tersebut perlu integrasi dengan berbagai pihak. Namun, pembicaraan mengenai hal tersebut belum dimulai.

"Saya kira tidak demikian (segera diterapkan) ya, kalau dilaksanakan CCTV tilang karena itu terintegrasi dengan pemerintah daerah, Samsatnya, belum," ujar dia.

Meski demikian, Halim mengatakan, ke depannya rencana CCTV tersebut bisa berjalan dengan baik. Hanya saja, pemerintah masih perlu melengkapi infrastruktur terlebih dahulu. Selain itu, sumber daya manusia juga harus dilatih.

"Yang paling utama adalah integritas data. Orang luar wilayah ditilang ke sini mau tilang ke mana," kata dia.

Saat ini, sejumlah kamera menurut Halim telah terpasang, misalnya di ruas jalan Thamrin. Namun, kamera tersebut belum bisa berfungsi maksimal karena belum dikalibrasi. Sejumlah kota di Indonesia, seperti Surabaya, Pekalongan dan Bandung telah menerapkan sistem tilang via CCTV ini.