Rabu , 13 September 2017, 19:16 WIB

Mantan Pegawai Korban Menaruh Dendam Setelah Kerja Lama

Rep: Arif Satrio/ Red: Indira Rezkisari
Wikipedia
Police line
Police line

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Polisi memastikan pelaku pembunuhan dan perampokan pasutri Husni Zarkasih dan Zakiya Husni Masrur adalah mantan pegawai korban. Dua diantaranya merupakan pegawai korban yang telah bekerja selama puluhan tahun.

Menurut Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Kombes Nico Afinta, satu pelaku, ZUL alias AZ adalah sopir korban yang bekerja selama dua puluh tahun. Sedangkan ST adalah pekerja di pabrik garmen selama 30 tahun. Satu pelaku lainnya merupakan kawan ST, yakni EK.

"Mereka melakukan hal ini karena sakit hati karena 20 tahun bekerja perlakuan terhadap mereka kurang baik," ujar Nico di Mapolda Metro Jaya, Rabu (13/9).

Karena sakit hati tersebut, tiga pelaku akhirnya merencanakan perampokan dan pembunuhan pada pasutri pengusaha garmen tersebut. Atas kejadian ini, Nico mengimbau agar para pemilik usaha dapat berkomunikasi dengan baik dengan anak buahnya. Tersangka pun disebutnya menyesal.

"Kalau ada komunikasi yang kurang baik disampaikan secara baik. Jangan main hakim sendiri. Sedih karena keluarga korban meninggal dan tersangka juga menyesal," ujar Nico.

Sepasang suami istri, Husni Zarkasih dan Zakiya Husni Masrur ditemukan tidak bernyawa di Sungai Klawing Dusun Penisihan RT 001/01 Palumbungan Bobotsari Purbalingga Jawa Tengah pada Senin (11/9). Setelah diperiksa keduanya merupakan warga Jalan Pengairan No.21 RT 11/06 Bendungan Hilir Tanah Abang Jakarta Pusat. Tiga pelaku, yakni AZ alias ZUL (sopir), EK, dan SU telah diamankan di Jawa Tengah dan saat ini masih berada di Semarang.


Berita Terkait