Rabu , 13 September 2017, 19:18 WIB

Perampok Pasutri di Benhil Gasak Rp 1 Miliar

Rep: Arif Satrio Nugroho/ Red: Nur Aini
Republika On Line/Mardiah diah
Ilustrasi Perampokan
Ilustrasi Perampokan

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Polisi telah menangkap tiga pelaku pembunuhan sekaligus perampokan pasutri Husni Zarkasih dan Zakiya Husni Masrur. Hasil rampokan tiga pelaku tersebut diketahui mencapai Rp 1 miliar.

Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Kombes Nico Afinta mengatakan, polisi masih melakukan perhitungan merinci hasil rampokan. Namun, sejauh ini, dari penghitungan tersebut, hasil rampokan mencapai Rp 1 miliar.

"Karena kalau 15 jam tangan itu sekitar Rp 400 jutaan, kemudian emas dijual sekitar Rp 120 juta, lalu ada beberapa rekening yang belum diambil. Sementara kerugian sekitar Rp 1 miliar ya. Mobil altisnya juga," ujar Nico di Mapolda Metro Jaya, Rabu (12/9).

Nico menjelaskan, perampokan ini sebenarnya telah direncanakan. Ketika datang, usai melukai korban, tersangka langsung mengambil 15 jam tangan, emas, beberapa laptop, surat-surat, serta beberapa rekening bank.

Meski tiga pelaku pembunuhan itu telah ditangkap, polisi masih terus melakukan pendalaman kasus ini. Menurut Nico, polisi terus berkoordinasi dengan tim Polda Jateng karena tiga pelaku telah ditangkap di Jawa Tengah.

"Masih kami dalami. Tim-tim di Semarang apa saja yang sudah dilakukan tersangka sejak Senin hingga penangkapan itu," ujar dia.

Sepasang suami istri, Husni Zarkasih dan Zakiya Husni Masrur ditemukan tidak bernyawa di Sungai Klawing Dusun Penisihan RT 001/01 Palumbungan Bobotsari Purbalingga Jawa Tengah pada Senin (11/9). Setelah diperiksa keduanya merupakan warga Jalan Pengairan Nomor 21 RT 11/06 Bendungan Hilir Tanah Abang Jakarta Pusat. Tiga pelaku, yakni AZ alias ZUL (sopir), EK, dan SU telah diamankan dan saat ini masih berada di Semarang.