Kamis , 14 September 2017, 15:27 WIB

Polisi Lacak Alur Hasil Rampokan Pembunuhan Pasutri

Rep: Febrianto Adi Saputro/ Red: Bilal Ramadhan
Pembunuhan (ilustrasi)
Pembunuhan (ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Hingga kini, polisi masih melacak dan mencari keberadaan brankas hasil rampasan perampokan pasutri Husni Zarkasih dan Zakiya Husni Masrur. Polisi juga masih melacak alur penjualan barang hasil rampokan tersebut.

"Jadi informasi dari tersangka ada brankas yang diambil dari rumah korban di Tanah abang itu dibuang disungai Klawing Purbalingga. Jadi tadi malam sampai pagi ini menyusuri dibuang dimana," ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Raden Prabowo Argo Yuwono di Mapolda Metro Jaya, Kamis (14/9).

Setelah nanti menemukan brankas tersebut, penyidik Ditreskrimum Polda Metro Jaya akan kembali ke Jakarta. Seperti diketahui, dalam perampokan disertai pembunuhan itu, tuga perampok berhasil menggasak sejumlah emas, perhiasan dan surat yang nilainya diperkirakan 1 Miliar. Polisi pun masih melacak kemana harta rampasan tersebut dijual.

"Itu penjualannya menggunakan broker di Grobogan kemudian penadahnya ada di Kudus. Belum kita ditemukan masih kita cari. Untuk penjualan perhiasan emas diduga milik dari korban," lanjut Argo.

Mobil korban sendiri saat ini telah ditemukan dan berada di tangan polisi. Argo kembali menegaskan, polisi masih mencari brankas tersebut. Argo juga menyatakan, polisi tidak mengetahui isi brankas tersebut.

"Sedang dicari di purbalingga di dekat mayat itu. sampai sekarang bekum ada informasi penyidik sudah temukan brangkas itu," pungkasnya.

Sebelumnya, jasad Husni Zarkasih dan Zakiya Husni Masrur ditemukan tidak bernyawa terbungkus bed-cover di Sungai Klawing Dusun Penisihan RT 001/01 Palumbungan Bobotsari Purbalingga Jawa Tengah pada Senin (11/9).

Setelah diperiksa keduanya merupakan warga Jalan Pengairan No.21 RT 11/06 Bendungan Hilir Tanah Abang Jakarta Pusat. Tiga pelaku pun kini telah ditangkap, yakni AZ alias ZUL (sopir), EK, dan SU telah diamankan di Jawa Tengah dan saat ini masih berada di Semarang.