Kamis , 14 September 2017, 19:08 WIB

Ini Kata Pemkot Soal Siswa Tewas karena Tawuran yang Viral

Rep: Gumanti Awaliyah/ Red: Ratna Puspita
Foto : MgRol_92
Ilustrasi Anak Sekolah Tawuran
Ilustrasi Anak Sekolah Tawuran

REPUBLIKA.CO.ID, BOGOR -- Sekretaris Dinas Pendidikan Kota Bogor Jana Sugiana membenarkan kasus kekerasan yang merenggut nyawa siswa kelas sepuluh di SMU Budi Mulia, Kota Bogor, Hilarius Christian Event Raharjo. Namun, menurut dia, kasus tersebut telah terjadi pada tahun 2015 yang lalu.

Jana menanggapi curahan hati orang tua murid SMA Budi Mulya Bogor yang viral di media sosial Facebook. Dalam ceritanya, orang tua murid bernama Maria mengisahkan kematian putranya akibat terlibat dalam perkelahian antarsekolah. "Ya benar itu terjadi, pada tahun 2015, dan sudah selesai kasusnya," kata Jana, Kamis (14/9).

Jana mengatakan, saat kasus tersebut terjadi, baik pihak orang tua, SMA Budi Mulya, maupun SMA Mardi Yuana yang terlibat kekerasan, telah sepakat untuk menyelesaikan persoalan tersebut secara kekeluargaan. Jana tak tahu atas dasar apa, Ibu korban mengangkat kembali kejadian tersebut ke media sosial, terlebih ditujukan kepada Presiden Joko Widodo.

"Saya pun tidak tahu kenapa orang tua murid itu justru kembali mengangkat persoalan itu ke publik," kata dia.

Maria mengunggah tulisan yang mengisahkan kronogis hingga pascakejadian itu pada Senin (12/9). Menurut Maria, ketika itu putranya yang bernama Hilarius Christian Event Raharjo diajak untuk berkelahi dengan salah satu siswa SMA swasta di Kota Bogor. Dalam perkelahian tersebut, Maria menjelaskan putranya yang saat itu duduk di kelas 10 mendapatkan pukulan beberapa kali dan tubuh bagian ulu hatinya diinjak oleh lawan kelahinya.